oleh

Mengenal Diabetes Melitus Saat Berpuasa Ramadan

ANAMBASNEWS.COM, Natuna – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RSUD, mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan di bulan suci Ramadan.

Penyuluhan ini membahas tentang diabetes melitus dan bagaimana mengelolanya saat menjalankan ibadah puasa.

Penyuluhan tersebut dilaksanakan di Ruang Tunggu RSUD Natuna, Jalan Ali Murtopo, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu, 13 Maret 2024 pagi.

Narasumber dari kegiatan ini adalah dr. M Iqbal Andreas, yang menjelaskan secara detail mengenai diabetes melitus dan dampaknya saat menjalani puasa Ramadan.

Dr. Iqbal menjelaskan bahwa gula darah merupakan sumber energi bagi tubuh, terutama bagi organ-organ penting seperti otak, saraf, sel darah, dan otot.

“Selama berpuasa, tubuh dapat memperoleh energi dari cadangan gula yang tersimpan di hati. Namun, jika kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh akan menggunakan cadangan energi dari lemak dan otot, yang dapat menghasilkan keton yang berbahaya bagi tubuh,” sebutnya.

Terkait dengan puasa Ramadan, pasien diabetes dapat berpuasa jika kadar gula darah terkontrol dengan baik dan tidak ada komplikasi lain seperti gangguan pembuluh darah atau penyakit lain yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Namun, ada beberapa kondisi di mana pasien diabetes sebaiknya tidak berpuasa, seperti pada pasien dengan diabetes tipe 1 yang sulit terkontrol, atau pasien yang menggunakan suntikan insulin lebih dari dua kali sehari.

Dr. Iqbal juga memberikan beberapa tips penting bagi mereka yang berpuasa, seperti tetap aktif secara fisik dengan memperhatikan kegiatan olahraga yang disarankan, menghindari aktifitas fisik berlebihan yang dapat memicu penurunan gula darah, dan melakukan olahraga setelah makan utama saat berbuka puasa.

Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan menghindari minum terlalu banyak juga sangat dianjurkan, terutama bagi usia lanjut.

Dengan memahami betapa pentingnya manajemen diabetes saat berpuasa, diharapkan pasien dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tetap menjaga kesehatan tubuh mereka.

Selain itu, dukungan dari tenaga medis dan informasi yang jelas seperti yang disampaikan oleh dr. M Iqbal Andreas dari RSUD Natuna sangatlah penting bagi masyarakat dalam menjalani ibadah puasa dengan sehat dan aman.(Sarwanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed