Natuna

Reses di Pulau Subi, Marzuki Serap Aspirasi Warga hingga Soal Pelabuhan, Masjid dan Breakwater

5
×

Reses di Pulau Subi, Marzuki Serap Aspirasi Warga hingga Soal Pelabuhan, Masjid dan Breakwater

Sebarkan artikel ini
Reses di Pulau Subi, Marzuki Serap Aspirasi Warga hingga Soal Pelabuhan, Masjid dan Breakwater (Foto: Ist)

Natuna, Anambasnews.com — Suasana reses Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki, S.H., di Desa Subi Besar, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Jumat (14/8/2026), berlangsung terbuka dan penuh dialog.

Puluhan warga dan perangkat desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah pulau terdepan.

Marzuki yang juga duduk di Komisi II DPRD Kepri memastikan aspirasi masyarakat Subi Besar tidak berhenti sebatas pertemuan reses. Ia berkomitmen membawa aspirasi tersebut ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan DPRD dan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Marzuki juga menjelaskan kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi penyesuaian Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), seiring adanya konsentrasi anggaran untuk sejumlah program prioritas nasional, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan terabaikan.

“Meski TKDD menurun karena saat ini terkonsentrasi pada program prioritas nasional seperti BGN dan Kopdes Merah Putih, saya tegaskan bahwa aspirasi masyarakat Subi Besar tetap akan saya perjuangkan untuk dibawa ke ruang sidang paripurna dan disampaikan langsung kepada Pemerintah Provinsi Kepri,” tegas Marzuki.

Warga Keluhkan Fasilitas Pelabuhan

Dalam dialog tersebut, Camat Subi, Sarifudin, menyampaikan persoalan fasilitas di Pelabuhan Subi Besar.

Ia meminta Marzuki kembali menyuarakan janji pembangunan fasilitas ruang tunggu penumpang di pelabuhan tersebut.

Menurut Sarifudin, ketiadaan ruang tunggu membuat masyarakat yang hendak bepergian maupun menjemput keluarga harus menunggu di tengah kondisi cuaca yang panas.

“Selama ini penumpang selalu resah dengan panasnya terik matahari di pelabuhan karena sama sekali tidak ada tempat berteduh,” ungkapnya.

Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang dinilai penting karena pelabuhan merupakan fasilitas vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

Masjid Al-Jannah dan Breakwater Jadi Aspirasi Prioritas

Tak hanya persoalan pelabuhan, Kepala Desa Subi Besar, Julaidi, bersama masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah renovasi dan perbaikan Masjid Al-Jannah. Warga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan karena kondisi masjid hingga saat ini masih membutuhkan penyempurnaan, termasuk lantai bangunan yang belum berkeramik.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan breakwater atau pemecah ombak untuk melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan hantaman gelombang laut.

Bagi masyarakat pulau, keberadaan infrastruktur perlindungan pantai dinilai penting untuk menjaga kawasan permukiman dan aktivitas warga dari ancaman gelombang serta abrasi.

Marzuki Minta Aspirasi Diperkuat Proposal

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Marzuki meminta pemerintah desa dan masyarakat tidak hanya menyampaikan usulan secara lisan.

Ia mendorong seluruh kebutuhan pembangunan dituangkan dalam proposal resmi dan dilengkapi dokumen pendukung agar dapat diproses melalui jalur perencanaan pembangunan pemerintah daerah.

“Segala bentuk usulan harus menggunakan proposal resmi. Ini adalah kunci administratif agar usulan dapat dimasukkan secara sah ke dalam Musrenbang provinsi dan tercantum dalam RKPD,” kata Marzuki.

Ia memastikan aspirasi masyarakat Subi Besar akan menjadi bagian dari catatan reses yang dibawa ke tingkat Provinsi Kepri.

Bagi masyarakat Subi, reses bukan sekadar kunjungan politik. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, dari fasilitas pelabuhan, rumah ibadah hingga kebutuhan perlindungan kawasan pesisir.

Marzuki pun menegaskan, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Natuna-Anambas, dirinya akan terus mengawal aspirasi masyarakat pulau-pulau terdepan agar mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. (*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *