AdvetorialBatamKepri

Mendikdasmen dan Wagub Kepri Dorong Revitalisasi Sekolah di Batam

15
×

Mendikdasmen dan Wagub Kepri Dorong Revitalisasi Sekolah di Batam

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti, Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura, dan Kadisdik Kepri Andi Agung berfoto bersama usai penyerahan bantuan revitalisasi satuan pendidikan dalam program PHTC Presiden Prabowo di SMAN 1 Batam, Selasa (12/5/2026). (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

Batam, Anambasnews.com – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat melalui program revitalisasi satuan pendidikan di berbagai daerah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, secara langsung menyerahkan bantuan revitalisasi sekolah dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto di SMAN 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, modern, dan menyenangkan bagi para siswa.

Dalam sambutannya, Nyanyang menyampaikan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, fasilitas sekolah yang memadai akan memberikan dampak besar terhadap semangat belajar dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Dengan fasilitas yang dibangun seperti ruang kelas, ruang praktik siswa, ruang kepala sekolah, ruang OSIS hingga fasilitas penunjang lainnya, kita berharap seluruh murid dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bahagia,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa hingga masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga fasilitas pendidikan yang telah dibangun pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Sekolah yang baik bukan hanya dibangun pemerintah, tetapi juga dijaga bersama. Kita ingin menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak agar mereka ikut merawat lingkungan sekolahnya,” tambah Nyanyang.

Sinergi Pendidikan Dorong Prestasi Kepri

Pada kesempatan itu, Wagub Nyanyang turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam memajukan dunia pendidikan di Kepri, seperti Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP), Balai Bahasa, hingga jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Menurutnya, sinergi antar lembaga tersebut berhasil mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepri tahun 2025 yang naik dari 79,89 menjadi 80,53 poin.

Tak hanya itu, Kepri juga mencatat sejumlah prestasi membanggakan di tingkat nasional, khususnya dalam capaian literasi Bahasa Indonesia dan Matematika yang masuk dalam kategori terbaik nasional.

“Ini membuktikan bahwa kolaborasi dan kerja bersama mampu menghasilkan capaian positif untuk kemajuan pendidikan Kepri,” katanya.

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dan Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura berfoto bersama tenaga pendidik dan kependidikan. (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

Total Bantuan Revitalisasi Pendidikan Capai Rp59,16 Miliar

Dalam pemaparannya, Nyanyang menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2025 sebesar Rp59,16 miliar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Untuk jenjang SMA, bantuan tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru, revitalisasi, hingga rehabilitasi sejumlah sekolah di Batam dan kabupaten/kota lainnya dengan total anggaran lebih dari Rp33,5 miliar.

Sementara pada jenjang SMK, bantuan revitalisasi dan rehabilitasi dialokasikan untuk sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Batam, Karimun, Natuna dan wilayah kepulauan lainnya dengan total anggaran sekitar Rp24,89 miliar.

Sedangkan untuk SLB, bantuan rehabilitasi diberikan kepada SLBN 1 Tanjungpinang dengan nilai anggaran sekitar Rp754 juta.

Nyanyang berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di daerah kepulauan terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan sarana praktik bagi siswa SMK agar mampu meningkatkan kompetensi lulusan dan daya saing tenaga kerja daerah.

“Masih banyak kebutuhan terutama peralatan praktik siswa untuk meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan ke depan mendapat perhatian dan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *