KepriTanjungpinang

Menag Sebut Pulau Penyengat Punya Ikatan Emosional dan Historis dengan Dirinya

48
×

Menag Sebut Pulau Penyengat Punya Ikatan Emosional dan Historis dengan Dirinya

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Republik Indonesia K. H. Nasaruddin Umar berfoto bersama Gubernur Kepri dan jajaran Kemenag Kepri (Foto: Dani/Anambasnews.com)

Tanjungpinang, Anambasnews.com — Menteri Agama Republik Indonesia K. H. Nasaruddin Umar menyampaikan kekagumannya terhadap Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang dan Pulau Penyengat, saat memberikan sambutan di hadapan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (15/1/2026).

Sambutan tersebut disampaikan Menag dalam kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Riau yang beralamat di Jalan Daeng Kemboja KM 15, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan, ASN, serta pegawai Kemenag Kepri.

Dalam arahannya, Menag yang datang bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan bahwa Kepulauan Riau bukanlah daerah biasa. Menurutnya, Kepri merupakan salah satu pusat penting sejarah dan peradaban Islam Melayu di Nusantara, dengan Pulau Penyengat sebagai simbol kejayaan intelektual dan spiritual Islam.

Menariknya, Menag juga mengungkapkan adanya kedekatan emosional dan historis dengan Kepulauan Riau. Ia menyampaikan bahwa setelah menelusuri sejarah keluarga, diketahui dirinya masih memiliki garis keturunan dengan tokoh besar, Daeng Celak, ayahanda dari pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah.

“Kepri, khususnya Tanjungpinang dan Pulau Penyengat, adalah tanah para ulama. Saya merasakan ikatan batin karena ternyata ada garis keturunan saya yang bersambung dengan Daeng Celak,” ungkap Menag dengan penuh haru di hadapan ASN Kemenag Kepri sambil berjanji akan kembali mengunjungi Kepri dengan kunjungan yang lebih lama lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga memberikan pesan moral kepada seluruh ASN dan pegawai Kemenag. Ia menekankan bahwa menjadi aparatur Kementerian Agama bukanlah tugas yang mudah dan menuntut ketahanan, kesabaran, serta keikhlasan dalam melayani umat.

“Tidak gampang menjadi pejabat dan ASN Kementerian Agama. Harus tahan uji, sabar, dan ikhlas. Insyaallah, surga menanti bagi Bapak dan Ibu yang menjaga amanah dengan lurus,” tegasnya.

Menag turut mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi moto Kementerian Agama sebagai pedoman kerja, memperbanyak rasa syukur dalam setiap keadaan, serta membersihkan pikiran, hati, dan jiwa dengan menjauhi hal-hal haram dan syubhat.

Kunjungan kerja dan sambutan Menag ini diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian ASN Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus meneguhkan posisi Tanjungpinang dan Pulau Penyengat sebagai pusat penting sejarah dan peradaban Islam Melayu di Indonesia.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!