Anambas

LPTQ Anambas Gelar Rapat Finalisasi STQH Kabupaten, Lokasi Dialihkan ke Tarempa

65
×

LPTQ Anambas Gelar Rapat Finalisasi STQH Kabupaten, Lokasi Dialihkan ke Tarempa

Sebarkan artikel ini
Raja Bayu Febri Gunadian, Kamis, 8/5/2025. (Foto: Ak/Anambasnews.com)

ANMABASNEWS.COM – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat finalisasi pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) tingkat Kabupaten pada Kamis, 8 Mei 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua LPTQ Anambas yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati, Raja Bayu Febri Gunadian, dan dihadiri oleh seluruh camat dari 10 kecamatan di Anambas.

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa pelaksanaan STQH yang awalnya direncanakan di Kecamatan Jemaja, akhirnya dialihkan ke Tarempa karena pertimbangan efisiensi anggaran.

“Ya, kita alihkan pelaksanaan STQH di Tarempa. Kita laksanakan pada 17 sampai 20 Mei. Mohon maaf untuk Jemaja, kita terpaksa karena anggaran sedang efisiensi,” ujar Raja Bayu kepada awak media.

Bayu menjelaskan bahwa Tarempa dipilih karena telah memiliki fasilitas astaka yang memadai sehingga tidak perlu lagi membangun sarana baru. Hal ini dinilai dapat menghemat anggaran secara signifikan.

“Karena di Tarempa sudah ada astaka yang terbangun. Jadi kita tak perlu lagi bangun astaka. Ini efisiensi juga. Anggaran pembangunan astaka bisa kita alihkan ke hal lain yang lebih bermanfaat,” jelasnya.

Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, LPTQ tetap berkomitmen mempertandingkan empat cabang lomba dalam STQH tahun ini, yakni seni membaca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, dan Musabaqah Hadits Nabi. Total akan ada 10 golongan yang dilombakan.

“Walau efisiensi anggaran, kita tetap mempertandingkan 4 cabang dan 10 golongan. Kalau pawai taaruf pasti ada, yang kita belum bisa pastikan adalah bazar,” ujarnya.

Raja Bayu juga menegaskan bahwa kondisi keuangan tidak boleh menjadi penghalang dalam mensyiarkan agama Islam. Ia meminta setiap kecamatan tetap mempersiapkan para santrinya sebaik mungkin untuk bersaing secara maksimal di ajang ini.

“Tidak ada anggaran bukan menyurutkan kita untuk mensyiarkan agama Islam. Kita tetap optimis bisa melaksanakan dengan maksimal,” pungkasnya.

Pelaksanaan STQH ini diharapkan tetap berlangsung khidmat dan berkualitas, meski dengan anggaran yang terbatas.(Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!