Rohil, Anambasnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi secara rutin menyelenggarakan pembinaan “Pengentasan Buta Aksara” melalui program belajar membaca bagi warga binaan.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari untuk meningkatkan kemampuan literasi, khususnya bagi mereka yang belum mampu membaca. Program bertujuan agar warga binaan dengan keterbatasan pendidikan memperoleh keterampilan dasar membaca sebagai bekal positif untuk masa depan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini merupakan langkah nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia di dalam lapas, yang dapat dicontoh dari perjuangan Ki Hajar Dewantara.
“Pembinaan seperti ini sangat penting, karena membaca merupakan kemampuan dasar yang dapat membuka banyak peluang untuk warga binaan agar menjadi lebih baik,” ungkap Agus Imam Taufik pada Kamis, 5/2/2026.
Salah satu warga binaan, Wandi Siahaan, mengaku sangat bersyukur karena hanya pernah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga kelas 2, sehingga kemampuan membacanya sangat terbatas.
“Saya bersyukur sekali pembinaan ini ada. Saya jadi bisa belajar membaca lagi di sini,” ujar Wandi.
Melalui kegiatan Pengentasan Buta Aksara, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan bermanfaat, guna membantu warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.(*Alkaf)













