ANAMBASNEWS.COM – Krisis listrik yang melanda Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Mustamin Bakri. Ia menegaskan bahwa penyebab utama krisis ini adalah mesin pembangkit milik PLN yang sudah berusia tua dan tidak layak pakai lagi.
“Mesin-mesin pembangkit di Anambas sudah masuk usia tua. Ini bukan hanya terjadi di Anambas, tapi juga di Natuna. Usianya sudah lebih dari 10 tahun, tentu tidak bisa terus-menerus dipaksakan beroperasi,” kata Mustamin, Senin, 4 Agustus 2025.
Saat ini, Pulau Siantan di Kabupaten Anambas mengalami defisit listrik sebesar 800 kilowatt (kW) akibat rusaknya dua unit mesin pembangkit. PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir sebanyak dua kali dalam sehari dengan total durasi hingga 10 jam, yang sangat berdampak terhadap aktivitas warga, dunia usaha, dan pelayanan publik.
Mustamin berharap pemerintah daerah dan pusat dapat berkolaborasi untuk mencari solusi jangka panjang, agar warga Anambas tidak terus-menerus hidup dalam ketidakpastian akibat krisis listrik.
“Saya akan bawa persoalan ini ke Pemprov Kepri dan juga PLN Wilayah Riau Kepri. Khusus untuk Natuna dan Anambas, kita harap ada perhatian lebih. Kalau bisa, dilakukan peremajaan mesin pembangkit,” tegas Mustamin.(*Ak)













