oleh

Keruhnya Air Sungai di Kelarik, Kadis DLH Akui Penyebab Terbesar dari Perusahaan Tambang

-Natuna-3 views

ANAMBASNEWS.COM, Natuna – Kondisi air sungai di Desa Kelarik Ulu, Kecamatan Bunguran Utara menguning, diketahui sebelumnya kondisi air sungai di desa tersebut jernih.

Bahkan sejumlah warga pun heran dan menanyakan penyebab menguningnya kondisi air sungai di desa di bagian utara Natuna.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna Ferizaldy saat dikonfirmasi membeberkan soal penyebab menguningnya kondisi air di Desa Kelarik Ulu.

Ferizaldy mengatakan, faktor hujan juga menjadi merubahnya kondisi sungai di desa Kelarik Ulu. “Ya kalau hari hujan itu kondisi sungai memang menguning,” ucapnya, Selasa, 4 Juni 2024, di Kantor DPRD Natuna.

Ferizaldi juga menyebut, bahwa jika hujan berhenti kondisi air normal kembali. “Jadi kemarin kita bersama pak Wakil Bupati dan teman-teman dari Dinas PU sudah memantau terkiat fenomena tersebut,” ujarnya.

Setelah dipantau, sambung Ferizaldy, pihaknya memasang drone. Ia mengakui memang ada indikasi berasal dari perusahaan Multi Mineral Indonesia (MMI) yang beroperasi di Kecamatan Bunguran Utara.

“Tapi kalau kita lihat tidak seluruhnya lah dari perusahaan, ada sumber-sumber lain seperti dari jalan-jalan yang belum diaspal itu berpotensi juga, tapi memang yang terbesar itu dari perusahaan yang sudah mulai uji coba pertambangan,” jelas mantan Camat Bunguran Timur.

“Uji coba itu dia kan mengikis lahan dan membongkar gulma, kemudian melakukan pencucian pasir, dari pencucian itu saat hari hujan meluap ke sungai,” tukasnya.

Atas pemantauan yang dilakukan, kata Ferizaldy, DLH memberikan rekomendasi ke PT. MMI agar membuat sekatan – sekatan pada kolam pencucian.

“Namanya sungai mengalir dari tinggi ke rendah, di posisi dia (perusahaan) pun di tempat tinggi tempat pencuciannya, jadi air tempat resapan mereka saat hari hujan tak dikendalikan, sehingga air hujan tercampur ke lokasi dan meluap ke sungai,” bebernya.

Ferizaldy juga mengatakan perubahan warna sungai kelarik ini bukan kali pertama terjadi.

“Kita pernah pergi Januari kemarin, yang kuning pertama kita teliti. Bukan tercemar istilahnya tapi perubahan warna, karena musim hujan saja,” pungkasnya.(Sarwanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed