Tanjungpinang, Anambasnews.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Makruf Maulana, menegaskan pentingnya percepatan investasi sebagai kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8 persen. Desakan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Kadin Kepri Tahun 2025 yang berlangsung di Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Center, Minggu (9/11/2025).
Makruf menekankan bahwa pemerintah daerah harus berperan aktif dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mempermudah proses perizinan serta mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang sudah berjalan di Kepri.
”Target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya bisa dicapai kalau investasi bergerak cepat dan birokrasi mampu mengimbangi. Regulasi yang lambat dan proses perizinan yang berbelit-belit harus segera dipangkas,” ujar Makruf.
Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kepri, termasuk potensi ekspor listrik, namun semua itu membutuhkan dukungan regulasi dan birokrasi yang cepat dari pemerintah.
”Kita ini punya banyak pulau, banyak potensi bahkan bisa ekspor listrik. Tapi semua itu butuh dukungan regulasi dan birokrasi yang cepat. Sudah ada empat sampai lima proyek strategis nasional di Kepri yang sedang tumbuh. Tantangannya sekarang bagaimana pemerataan ekonomi bisa terjadi,” tegasnya.
Makruf juga menekankan pentingnya pemerataan investasi di seluruh kabupaten dan kota di Kepri, agar manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan oleh semua wilayah, tidak hanya terfokus di Batam dan Bintan.
”Kadin mendorong agar investasi juga mengalir ke daerah-daerah lain. Pemerataan ekonomi ini penting supaya semua wilayah merasakan manfaat pertumbuhan,” katanya.
Kadin Kepri siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi di seluruh Kepri.
”Kita ingin semua bergerak cepat pemerintah, pengusaha, dan legislatif. Karena kalau investasinya masuk dan merata, ekonomi Kepri pasti tumbuh,” tutupnya.(*Dani)













