Anambasnews.com – Pemerintah Desa Tarempa Selatan menggelar peningkatan kapasitas kader Persatuan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tahun 2026, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah melalui konsep penggunaan kembali (reuse). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para kader dalam mengubah sampah menjadi produk-produk ramah lingkungan yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.
Produk-produk yang diajarkan dalam pelatihan meliputi tas belanja (tote bag), pouch hp, alas meja, tong sampah, sarung tumbler, dan tas bekal. Semua item tersebut dibuat dari bahan sampah yang dimanfaatkan kembali, sehingga tidak hanya berkontribusi pada pengurangan volume sampah di desa tetapi juga menghasilkan barang yang bernilai guna dan dapat digunakan sehari-hari.
Ketua PKK Desa Tarempa Selatan, Risda Yani, mengungkapkan bahwa anggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini bersumber sepenuhnya dari Dana Desa Tarempa Selatan. “Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan perwakilan kader PKK dari berbagai wilayah di desa kami,” ujarnya, saat di konfirmasi, Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa (Kades) Tarempa Selatan, perwakilan pengurus PKK tingkat kecamatan dan kabupaten, serta perwakilan Camat Siantan yang diwakili oleh Kepala Seksi Tata Pengelolaan Lingkungan Hidup (Kasi Tapem).
Risda Yani menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Desa, dimana pengelolaan lingkungan hidup menjadi salah satu prioritas utama kegiatan yang harus didukung melalui alokasi dana desa.
“Melalui kegiatan pemanfaatan kembali sampah ini, kami berharap dapat meningkatkan produksi produk ramah lingkungan dan dalam jangka panjang terus mendukung upaya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan khususnya di Desa Tarempa Selatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kades Tarempa Selatan, Surianto menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari komitmen desa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Melalui keterampilan yang diperoleh kader PKK, diharapkan tidak hanya dapat mengurangi volume sampah di desa kita, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi keluarga masyarakat dengan memproduksi dan memasarkan produk-produk ramah lingkungan yang dibuat sendiri,” ucapnya.(*Ak)













