BintanSosial dan Ekonomi

Bupati Bintan Apresiasi Kreasi Tumpeng PKK Kuala Sempang

4
×

Bupati Bintan Apresiasi Kreasi Tumpeng PKK Kuala Sempang

Sebarkan artikel ini
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, saat meninjau langsung hasil karya peserta Lomba Kreasi Tumpeng di Pendopo Taman Kuala Sempang, Selasa, 12/5/2026. (Foto: Ist)

Bintan, Anambasnews.com – Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan pujian tinggi terhadap kreativitas para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kuala Sempang dalam mengolah dan menyajikan kuliner tradisional tumpeng. Hal tersebut disampaikan Roby saat meninjau langsung hasil karya peserta Lomba Kreasi Tumpeng yang dilaksanakan di Pendopo Taman Kuala Sempang, Selasa malam (12/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini, dengan tujuan menumbuhkan semangat perempuan dalam melestarikan warisan budaya daerah, khususnya kearifan lokal di bidang kuliner.

“Luar biasa hasil yang ditampilkan malam ini. Dengan anggaran bahan sebesar Rp100.000 untuk satu tumpeng, kreasi yang dihasilkan terlihat sangat mewah, indah dan tentunya menggugah selera. Apresiasi setinggi-tingginya untuk emak-emak PKK Kuala Sempang yang telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujar Roby saat berkesempatan mencicipi langsung hidangan tersebut.

Lebih lanjut, Roby berpesan agar tradisi membuat tumpeng dan kekayaan kuliner tradisional lainnya tidak hilang tergerus kemajuan zaman maupun arus perkembangan dunia kuliner. Menurutnya, menjaga dan melestarikan budaya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap ke depannya generasi muda juga turut dilatih mengenal dan membuat tumpeng. Meskipun sekilas terlihat sederhana, namun proses pembuatannya memerlukan ketelitian dan seni yang tinggi. Nilai-nilai budaya ini wajib kita jaga dan turunkan kepada anak cucu kita sebagai identitas bangsa,” pesan Roby.

Pemerintah Kabupaten Bintan berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan di berbagai wilayah, sehingga kekayaan kuliner khas daerah tetap lestari, sekaligus menjadi potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di masa mendatang.(*Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *