ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau secara resmi menyurati Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta terkait terhambatnya aktivitas ekspor ikan hidup dari wilayah Natuna, Kepulauan Anambas, dan Bintan. Surat permohonan tersebut ditujukan langsung kepada Duta Besar RRT guna mencari solusi atas permasalahan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Dalam surat bernomor 02/DPD-HNSI/V/2025 yang ditandatangani oleh Ketua DPD HNSI Kepri, H. Eko Prihananto, S.Ak., M.Ak. dan Sekretaris Marzuki, S.H., dijelaskan bahwa kapal-kapal dari Hong Kong yang biasanya membeli hasil budidaya ikan hidup tidak lagi beroperasi sejak dua bulan terakhir. Ketidakhadiran kapal ekspor tersebut dinilai memberi dampak serius terhadap perekonomian nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah tersebut.
“Kami tidak mengetahui penyebab pasti absennya kapal-kapal tersebut, namun situasi ini telah menyulitkan para nelayan dan pembudidaya ikan di Natuna, Anambas, dan Bintan,” ungkap Eko dalam isi surat.
Melalui langkah diplomatik ini, HNSI Kepri meminta Kedutaan Besar RRT untuk membantu menjembatani komunikasi dengan pemerintah Tiongkok, khususnya menyangkut kebijakan yang dinilai turut mempengaruhi kelancaran ekspor hasil laut Indonesia.
Sekretaris HNSI Kepri, Marzuki, S.H., menegaskan bahwa surat ini merupakan bentuk ikhtiar HNSI demi memperjuangkan nasib para pembudidaya dan nelayan kecil, yang kini menghadapi tekanan ekonomi berat di tengah upaya pemulihan pasca pandemi.
Dalam surat tersebut, HNSI Kepri juga mendesak agar pihak Kedubes China dapat memberikan penjelasan dan langkah konkret untuk mengatasi hambatan ekspor ini. Pasar Hong Kong diketahui menjadi salah satu tulang punggung pendapatan nelayan di Kepulauan Riau, terutama bagi komoditas ikan hidup hasil budidaya.
Langkah resmi ini sekaligus menjadi bukti keseriusan HNSI dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan nelayan lokal. Selain itu, pendekatan ini diharapkan dapat menghindari potensi kesalahpahaman dalam hubungan perdagangan hasil perikanan antarnegara.
HNSI Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berupaya secara konstruktif demi menjaga keberlanjutan ekonomi kelautan di wilayah Kepulauan Riau, sembari berharap respons positif dari pihak Kedutaan Besar RRT dalam waktu dekat.(Dan)













