oleh

Fakta Baru NA Si Pengirim Sate Beracun, Ditangkap di Hari Ulang Tahun Hingga Dikabarkan Nikah Siri

-Nasional-16 views

ANAMBASNEWS.COM, JAKARTA – Kasus sate beracun yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Yogyakarta ternyata dilatarbelakangi persoalan asmara.

Wanita berinisial NA (25) sebagai terduga pelakunya sengaja mengirimkan sate sianida untuk pria pujannya bernama Tomy karena sakit hati.

Namun, sate beracun tersebut bukan disantap targetnya.

Sate ayam yang bumbunya sudah ditaburi sianida tersebut justru dimakan anak dan istri driver ojek online yang mengantarnya karena pria yang menjadi target sate beracun tersebut tak ada di rumah.

Wanita berinisial NA (25) sebagai terduga pelakunya sengaja mengirimkan sate sianida untuk pria pujannya bernama Tomy karena sakit hati.

Namun, sate beracun tersebut bukan disantap targetnya.

Sate ayam yang bumbunya sudah ditaburi sianida tersebut justru dimakan anak dan istri driver ojek online yang mengantarnya karena pria yang menjadi target sate beracun tersebut tak ada di rumah.

Akibatnya, bocah berusia 10 tahun tewas akibat menyantap sate beracun tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan selama empat hari, akhirnya kepolisian pun menciduk NA (25) dari rumahnya, Jumat (30/42021).

Ditangkap di hari ulang tahun

NA diketahui ditangkap di hari ulang tahunnya yang ke-25 pada 30 April 2021.

NA ditangkap di rumah Cepokojajar RT 3, Kalurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.

Saat rilis pers di barang bukti, tulisan Nani lahir 30 April 1996.

Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, NA ditangkap 30 April 2021 di rumah.

Saat itu, dikatakan jika NA ditangkap di Potorono.

Eni Wulandari (50), tetangga samping rumah NA mengatakan, pada tanggal 30 April lalu NA mengunggah kue ulang tahun di status WhatsApp.

Saat itu, NA mengunggah ucapan terima kasih.

“Story ada kue ditulis terima kasih. Sempat posting bahasa Inggris. Terima kasih thank u for me apa itu bahasa Inggris,” kata Eni saat ditemui di rumah Nani Selasa (4/5/2021) seperti dilansir dari kompas.com.

Eni menjelaskan, penangkapan NA terjadi pada 30 April 2021 malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Awalnya Eni mengira yang datang penagih utang atau debt collector.

“Saya juga kaget. Malam Sabtu itu (Jumat malam) ada mobil. Suami saya bilang itu ada mobil. Kirain mobil dia beli punya rental terus ada debt collector,” kata Eni.

Pak RT Ungkap Status Pernikahan NA

Ketua RT 03, Cempokojajar, Srimulyo, Piyungan, Agus Riyanto, memberikan keterangan mengejutkan soal hubungan NA dengan pria bernama Tomy.

Menurut Agus, NA adalah warganya yang sudah satu tahun tinggal di Cempokojajar.

Ia pun mengaku kenal sosok Tomy.

Bagaimana tidak, NA dan Tomy rupanya telah menikah siri.

“Tinggal di sini sudah satu tahun, NA kan istri sirinya Tomy. Dulu waktu silaturahmi ke sini berdua. Waktu itu mbak NA sempat telpon orangtuanya, kemudian orangtuanya bilang ke saya nitip anak saya mau tinggal,” katanya, Selasa (04/05/2021).

Meski tak menunjukkan bukti keduanya telah menikah siri, Agus percaya keduanya telah menikah secara agama.

“Ibunya (NA) bilang kalau sudah menikah secara agama. Kalau menunjukkan bukti enggak, cuma menunjukkan KTP saja. Di sini kan ada peraturan, kalau warga baru wajib lapor,” sambungnya.

Namun, ayah NA, Maman (45) memberikan keterangan lain.

Ditemui Tribunjabar.id di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Maman mengatakan bila putrinya tersebut masih gadis atau single.

Ia tidak mengetahui, perkara asmaranya selama ini, terutama dengan polisi yang disebut-sebut menjadi sasaran pengiriman sate beracun tersebut.

“Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh,” ujar Maman saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Terkait status pernikahannya ini, Tribun belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Tomy yang disebut sebagai suami siri NA.

NA dikenal sebagai sosok yang baik oleh lingkungan tempat tinggalnya baik di Yogyakarta maupun Majalengka, Jawa Barat.

Ketua RT 03, Cempokojajar, Srimulyo, Piyungan, Agus Riyanto mengatakan NA adalah sosok yang baik.

Pria 40 tahun itu pun sempat kaget atas kasus yang menimpa NA.

Ia tidak menyangka NA bisa melakukan hal tersebut.

“Ya sempat kaget, karena kan mbak NA orang baik. Setahu saya kerjanya di kosmetik, bukan di salon. Karena kesibukannya, jadi jarang berkomunikasi dengan warga. Kemarin waktu menempati rumah pertama juga mengundang warga, untuk minta doa,” ujarnya dilansir dari kompas.com.

Hal senada diungkapkan Eni Wulandari (50), tetangga samping rumah NA di Bantul.

Menurut Eni, NA dikenal baik dan mau bergaul dengan tetangganya.

Hanya saja dia maklum kesibukannya yang bekerja dari pagi hingga malam membuat kurang bergaul.

Setiap hari berangkat pukul 09.30 WIB pulang 21.30 WIB.

“Setahu saya Mbak Nana (panggilan NA di rumah) kerja di kosmetik pulangnya malam. Berangkat pagi pulangnya malam,” kata Eni.

Diakuinya, NA tergolong baik dengan tetangga sekitar.

Meski diakuinya, usianya masih muda dan bekerja dari pagi sampai malam sehingga jarang bergaul.

Eni mengaku sering berkomunikasi dengan NA melalui gawai seperti telepon maupun aplikasi.

“Dia mau sosialisasi ikut di kampung tapi karena kesibukannya. Ikut arisan tapi memang enggak bisa berangkat. Ikut tiga kali ini,” ucap Eni.

Dilansir dari Tribunjabar.id, Opan Sopandi (43) tetangga NA di kampung kelahirannya di Majalengka mengungkap wanita berusia 25 tahun tersebut merupakan sosok yang hangat.

Meskipun jarang pulang dan ketika pulang relatif singkat, NA terbilang ramah dengan para tetangganya itu.

“Teh NA itu orangnya someah (ramah) kalau pulang, ya biasa, nyapa gitu. Sama anak-anak kecil juga suka ngasih uang,” ujar Opan Sopandi saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Namun, Opan mengaku tidak mengetahui secara terperinci aktivitas NA di Bantul, tempat merantaunya itu.

Begitu juga dengan sifatnya saat berada di Bantul.

“Yang pasti, kalau di sini mah someah. Tahunya Teh NA di sana teh, kerja. Tapi enggak tau, kerja apanya mah,” jelas dia.

Sementara Maman, ayah NA mengatakan NA merupakan sosok gadis yang tertutup.

Jarang dirinya atau anggota keluarga lainnya mendapatkan curahan hati dari NA ketika berada di rumah.

“Tidak (cerita cinta dengan polisi), orangnya pendiam soalnya. Kalau di rumah diam saja, di rumah paling 3 hari terus berangkat lagi ke Yogyakarta,” ucap Maman. (kompas.com/ tribunjogja.com/ tribunjabar.id/ Eki Yulianto/ Christi Mahatma Wardhani/ Markus Yuwono)

Sebagian dari artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Ketua RT Ungkap Tentang Status NA, Wanita Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul

Sumber : Tribunnews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed