Anambasnews.com – Minyak goreng premium sulit ditemukan di Kabupaten Kepulauan Anambas sejak awal Januari 2026. Merek terkenal seperti Bimoli, Siip, dan Fortune hilang dari peredaran, dengan rak di Pasar Tarempa serta sejumlah supermarket dan toko kelontong kosong. Produk ini biasanya menjadi pilihan utama masyarakat karena kualitas dan kepercayaan merek yang sudah lama dikenal.
Saat ini hanya tersedia merek biasa seperti Rizki, Fitri, dan Cemara yang sebelumnya jarang digunakan. Minyak goreng tersebut dijual sekitar Rp20 ribu untuk kemasan setengah liter, sedangkan kemasan satu liter tidak ditemukan sama sekali. Pembeli terpaksa membeli dua kemasan kecil, yang dinilai lebih boros dan mahal.
Salah seorang pembeli, Dini, mengaku kesulitan mencari produk yang biasa digunakan dan terpaksa beralih ke merek asing. “Biasa saya pakai minyak goreng premium, sekarang susah cari. Kita tidak tahu kualitasnya, merknya pun baru kali ini saya dengar,” katanya pada Senin, 19 Januari 2206.
Sementara itu, Distributor lokal Ahak membenarkan kekosongan tersebut, yang disebabkan pembatasan distribusi dari Batam akibat pengetatan pengawasan Bea Cukai. Ia berencana mencari jalur alternatif dengan mengambil barang langsung dari Bintan. “Kedepan kita ambil dari Bintan saja, tidak usah melalui Batam,” ucap Ahak.(*Julianto)













