ANAMBASNEWS.COM – Dua kakak beradik yang sempat terlibat adu fisik di area Masjid Agung Tarempa pada Sabtu malam (26/10) akhirnya mendatangi Polsek Siantan untuk memberikan klarifikasi terkait insiden yang sempat menarik perhatian warga. Kedua wanita tersebut, yang diketahui bernama Maz dan Mar, datang didampingi orang tua dan beberapa remaja yang berada di lokasi kejadian.
Maz, yang telah berkeluarga, dan adiknya Mar, yang masih berstatus pelajar, terlibat cekcok lantaran Maz merasa perlu mengingatkan adiknya untuk segera pulang ke rumah. Rudi Agustian, juru bicara keluarga sekaligus rekan dari pacar Mar yang bernama Nan, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula ketika Maz mencari Mar yang belum pulang sejak Rabu malam (23/10).
Menurut penjelasan Rudi, setelah mencari ke berbagai tempat di Tarempa, Maz akhirnya menemukan Mar sedang bertemu dengan Nan di area Masjid Agung. Melihat kedatangan Maz, rombongan Nan yang berjumlah hampir 10 orang terkejut, terlebih ketika Maz meminta adiknya untuk segera pulang.
“Datang kakak dari pihak yang cewek, nanya kalau keluar sama siapa. Terus ga lama kakak suruh adeknya pulang,” jelas Rudi.
Namun, peringatan dari sang kakak tidak berhenti di situ. Maz juga menegur Nan, pacar Mar, yang membuat Mar tidak senang. Situasi tersebut kemudian memanas dan berujung pada adu fisik singkat antara kakak beradik itu. Rudi menambahkan, “Karena pas negur cowonya, kakaknya itu sempat nibuk (memukul) cuma ga kuat. Makanya tidak senang adeknya, terjadilah baku hantam.”
Adu fisik antara Maz dan Mar berlangsung singkat dan hanya melibatkan jambakan rambut, namun segera dilerai oleh pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tidak ada luka yang timbul dari peristiwa tersebut.
Sebagai perwakilan keluarga, Rudi menyampaikan permohonan maaf atas kehebohan yang terjadi. “Kami minta maaf karena sudah membuat kehebohan di Anambas,” ujarnya.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Siantan, Brigadir Andi Natsir, menegaskan bahwa kasus ini dianggap selesai setelah semua pihak memberikan klarifikasi. “Kita anggap kasus ini selesai. Karena kita tidak ingin ada kegaduhan menjelang Pilkada. Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas wilayah kita,” kata Andi Natsir.
Brigadir Andi juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka, khususnya di malam hari, untuk meminimalisir risiko pergaulan bebas yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan.(Akbar)













