Bintan

DLH Bintan Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berkah Lewat Bank Sampah

27
×

DLH Bintan Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berkah Lewat Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, (Foto: Ist)

ANAMBASNEWS.COM, Bintan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan menggencarkan Program Bintan Berseri dengan penyuluhan tata kelola dan manajemen Bank Sampah. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Bank Sampah adalah lembaga yang dikelola secara kolektif dengan sistem perbankan. Nasabah menabung atau memperjualbelikan sampah yang telah dipilah. Program ini melibatkan nasabah (masyarakat), pengelola bank sampah, dan pengepul atau industri daur ulang.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memberi perhatian khusus pada isu sampah. Pada awal Juni lalu, ia melakukan studi referensi pengelolaan sampah di Kota Bogor untuk diadaptasi di Bintan.

Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, mengajak masyarakat menjadi nasabah aktif bank sampah. Ia juga berharap nasabah dapat menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar.

“Yang sudah bergabung, tetap semangat. Sampaikan ke tetangga dan kerabat bahwa sampah bisa menjadi berkah. Sesuatu yang kita pandang rendah ternyata bisa memberi peluang ekonomi,” ujarnya pada Senin (06/10) di Bank Sampah Pensosmas Tanjung Uban.

Bank Sampah memungkinkan masyarakat mengubah sampah menjadi pendapatan dan membantu mengatasi masalah pengelolaan sampah. Ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, sesuai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Keberadaan Bank Sampah diharapkan mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan memperpanjang umur TPA. Hal ini memberikan waktu bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi pengolahan sampah jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

DLH Bintan berkomitmen meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Tujuannya menjadikan Bintan daerah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*Alek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *