AnambasPendidikan dan Kesehatan

Dinkes Anambas Sesalkan SPPG Air Asuk Beroperasi Tanpa Sertifikat Kesehatan

13
×

Dinkes Anambas Sesalkan SPPG Air Asuk Beroperasi Tanpa Sertifikat Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kator Dinkes Anambas, (Foto: Ak/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Anambas menyayangkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk di Kecamatan Siantan Tengah telah beroperasi selama enam bulan tanpa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, SPPG ini bertugas menyalurkan makanan bergizi gratis (MBG) kepada 557 pelajar.

SLHS adalah syarat utama agar dapur MBG layak beroperasi. Dinkes Anambas mengungkapkan bahwa pengelola SPPG Air Asuk tidak pernah berkoordinasi dengan mereka sejak awal pendirian dapur hingga saat ini.

“Iya, benar belum memiliki SLHS. Selama ini mereka tidak berkoordinasi dengan kami, baik saat membangun dapur maupun setelah beroperasi,” ujar Staf Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Anambas, Sofiani Srilagogo, pada Kamis, 18 September 2025.

Selain itu, SPPG Air Asuk juga belum menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Padahal, IKL penting untuk menilai kelayakan dapur dan memastikan pengelolaan limbah sesuai aturan.

“Syukurlah, sejauh ini tidak ada laporan kasus keracunan. Namun, jika terjadi sesuatu, kami yang akan disalahkan. Selama ini mereka cenderung tertutup, bahkan dengan Puskesmas Siantan Tengah pun tidak ada keterbukaan,” tegas Sofiani.

Dinkes Anambas telah memanggil pengurus SPPG untuk meminta klarifikasi. Pemanggilan ini dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sorotan terkait belum terpenuhinya persyaratan kesehatan oleh dapur tersebut.

“Dari hasil pertemuan, mereka menyatakan kesediaan untuk mengurus SLHS dan menjalani IKL secepatnya, paling lambat pekan depan. Mereka juga bersedia mengikuti pelatihan untuk tim produksi,” jelas Sofiani.

Sofiani menambahkan bahwa tim sanitasi Dinkes akan memeriksa seluruh aspek dapur, mulai dari kebersihan hingga kualitas bahan baku. “Semua akan kami tinjau secara menyeluruh untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan,” tutupnya.(*Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!