oleh

Desa Sungai Pinang Krisis Minyak Tanah, Ini Pegakuan Sub Penyalur

ANAMBASNEWS.COM – Kehabisan stok minyak tanah menjadi masalah serius yang kini dihadapi warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.

Muhammad Hafiz, yang bertugas sebagai sub Penyalur Minyak Tanah (PMT) di wilayah tersebut, mengungkapkan keheranannya atas situasi yang terjadi di agen PT. Sinar Singkep Sejahtera, Dabo Singkep, tempat ia seharusnya mendapatkan pasokan minyak tanah untuk masyarakat.

Menurut Hafiz, ia telah melakukan pembayaran untuk pembelian minyak tanah pada tanggal 27 Desember 2023, namun saat akan mengambil stok di SPBU Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, informasi yang ia terima adalah bahwa kuotanya telah habis.

Hal ini mengejutkan mengingat ia masih memiliki sisa kuota 3.000 liter yang seharusnya tersedia.

“Saya merasa ada yang tidak beres. Dokumen yang saya pegang menunjukkan bahwa seharusnya masih ada stok minyak tanah,” ungkap Hafiz, menambahkan bahwa kapal yang ditugaskan untuk pengangkutan BBM sudah tiba di agen sesuai jadwal, Senin 1 Januari 2024.

Hafiz mengaku telah mencoba menghubungi pemilik SPBU PT. Sinar Singkep Sejahtera untuk klarifikasi, namun jawaban yang diterima sama sekali tidak memberikan penjelasan tentang mengapa stok minyak tanah bisa habis.

Kekhawatiran ini tidak hanya dirasakan oleh Hafiz, tetapi juga oleh warga Desa Sungai Pinang yang saat ini mengalami krisis minyak tanah.

“Banyak warga yang sudah harusnya bisa mengambil minyak tanah mereka, tetapi saya hanya bisa memberikan jawaban bahwa stoknya habis,” terang Hafiz.

Di tengah kebingungan ini, Hafiz menegaskan bahwa sebagai sub PMT, dia memiliki tanggung jawab untuk menyediakan minyak tanah bagi warga desa. Namun, tanpa ketersediaan minyak tanah dari agen, hal ini menjadi mustahil.

“Saya tidak ingin berdebat, saya hanya ingin hak warga desa untuk mendapatkan minyak tanah terpenuhi,” tegasnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang proses distribusi BBM di daerah tersebut, yang tampaknya tidak transparan dan menyebabkan ketidakpastian bagi masyarakat yang bergantung padanya.

Hafiz dan warga Desa Sungai Pinang sekarang menantikan tindakan dari PT. Sinar Singkep Sejahtera dan pihak berwenang terkait untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa distribusi minyak tanah berlangsung adil dan transparan.

Masyarakat Desa Sungai Pinang berharap bahwa situasi ini dapat segera diatasi dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari mereka, terutama dengan mendekatnya bulan Ramadhan, di mana kebutuhan akan minyak tanah akan meningkat.

Hingga berita ini diterbitkan pihak PT.Sinar Singke belum bisa dihubungi guna untuk konfirmasi dan klarifikasi. (Sarwanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed