ANAMBASNEWS.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Anambas selama Desember dan Januari lalu membawa dampak buruk di berbagai wilayah, termasuk Desa Impol yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah warga terdampak terbanyak.
Tercatat dua peristiwa besar akibat cuaca buruk terjadi di desa tersebut. Pada 12 Januari, rumah milik seorang warga bernama Muslim nyaris tenggelam akibat gelombang tinggi. Sementara itu, pada 22 Januari, kapal pompong milik Moryadi terbakar setelah kembali dari melaut.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Desa Impol, Yurnalis, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan anggaran untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak.
“Seperti biasa, jika ada warga kita terkena musibah, pasti kita turut membantu meringankan beban. Walau tidak banyak, tapi tetap ada,” ujar Yurnalis, Selasa, 4 Februari 2025.
Menurutnya, anggaran tersebut bersumber dari biaya tak terduga dalam anggaran desa. Namun, regulasi yang semakin ketat membuat pencairannya menjadi tidak mudah.
“Regulasinya sekarang lebih ketat dan harus rinci. Kami pun tidak berani sembarangan, apalagi di tengah kondisi pengelolaan dana desa yang cukup ketat,” jelasnya.
Meskipun menghadapi kendala dalam pencairan dana desa, Yurnalis memastikan pihaknya terus berupaya agar para korban bisa menerima bantuan dan santunan. Pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial untuk mengusulkan bantuan bagi warga terdampak.
“Kami akan mencoba berbagai cara. Salah satunya melalui proposal bantuan yang akan kami usulkan ke dinas-dinas terkait. Paling tidak, ada santunan bagi mereka,” tutup Yurnalis.
Pemerintah Desa Impol berharap bantuan bisa segera terealisasi agar warga yang terkena dampak cuaca ekstrem dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas seperti biasa.(Red)













