Bintan, Anambasnews.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri.
Kegiatan ini bertujuan memastikan keselarasan arah kebijakan penataan ruang tingkat Kabupaten dengan tingkat Provinsi, khususnya dalam pengembangan kawasan strategis (perindustrian, pariwisata, dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas/FTZ), konektivitas infrastruktur, serta pelestarian lingkungan.
Langkah strategis ini dinilai penting untuk menciptakan tata ruang yang tertata, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Bupati Roby menyampaikan komitmennya dan berharap sinergi semacam ini terus berlanjut guna memformulasikan rancangan yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Terima kasih atas semua masukan, saran, termasuk gagasan-gagasan luar biasa yang disampaikan tadi. Kami di Bintan juga ingin memastikan bahwa berbagai pembangunan yang akan dilakukan sesuai dengan tata ruang yang direncanakan,” ungkap Roby di sela-sela diskusi, Jumat, 6/3/2026, di Auditorium Gedung Graha Kepri, Kota Batam.
Lebih lanjut, Kabupaten Bintan saat ini juga tengah menyusun Ranperda RTRW periode 2026-2046 yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Beberapa isu strategis yang dipaparkan Bupati Roby antara lain pengembangan kawasan industri, kawasan pariwisata, penertiban kawasan hutan, hingga pemastian kawasan pemukiman.
“Fokus kita sampai kepada kawasan pemukiman. Kita ingin semuanya selaras, antara perkembangan pembangunan dengan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Roby.
Sebelum rapat harmonisasi berakhir, Ketua Pansus Ranperda RTRW Kepri, Asmin Patros, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bintan yang menunjukkan komitmen optimal dalam membangun daerah lewat kolaborasi.
“Apresiasi untuk Pak Bupati yang turun langsung, sehingga kita bisa membahas semuanya. Bahkan saya salut untuk Bintan, paparannya dijabarkan secara rinci tanpa ada yang disamarkan. Kami usahakan tim ahli dari Bintan dan Kepri bisa segera melanjutkan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, sampai nanti kita duduk bersama lagi untuk finalisasi kesepakatan kita,” tutupnya.(*Tio)













