Lingga

Bupati Nizar Hadiri Mandi Safar di Resun, Komitmen Lestarikan Tradisi Melayu

16
×

Bupati Nizar Hadiri Mandi Safar di Resun, Komitmen Lestarikan Tradisi Melayu

Sebarkan artikel ini
Bupati Lingga M. Nizar sedang mandikan anak dalam prosesi Mandi Safar di Resun, (Foto: Ist)

ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Desa Resun kembali menjadi pusat perhatian dengan pelaksanaan tradisi Mandi Safar pada Rabu (20/8/2025), yang berlangsung meriah di halaman Masjid Al Hidayah.

Bupati Lingga, M. Nizar, beserta istri, Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, Kepala Barenlitbang, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, dan tamu undangan lainnya turut hadir dalam acara budaya yang sarat makna ini.

Mandi Safar, sebuah ritual turun-temurun, merupakan simbol doa bersama untuk keselamatan dan penolak bala. Tradisi ini telah diwariskan selama ratusan tahun, sejak masa Kesultanan Riau-Lingga. Sultan Abdulrahman Muazamsyah (1883–1911) tercatat dalam sejarah juga melaksanakan ritual ini sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Melayu Lingga.

Sejak 2018, Mandi Safar di Lingga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Dinas Kebudayaan, aktif mendorong pelestarian tradisi ini sebagai agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

Bupati M. Nizar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Resun atas konsistensi mereka dalam menjaga tradisi ini. “Mandi Safar adalah tradisi Melayu yang telah lama ada dan kini menjadi WBTB Indonesia. Saya bangga Desa Resun terus menjaga warisan leluhur ini dengan semakin baik dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Mandi Safar dimaknai sebagai doa untuk memohon perlindungan dari marabahaya, menjaga kebersihan lingkungan, dan mempererat kebersamaan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga semakin dilirik sebagai daya tarik wisata budaya.

Penyanyi asal Malaysia, Rojer Kajol, turut hadir dan memeriahkan acara, serta ikut serta dalam prosesi Mandi Safar bersama masyarakat Lingga. Kehadirannya menambah semarak acara dan menunjukkan bahwa tradisi Melayu ini adalah bagian dari khazanah budaya serumpun yang patut dibanggakan.(*Suharman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!