Batam, Anambasnews.com – Kepala BP Batam Amsakar Achmad didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7). Pertemuan ini menjadi ruang strategis memperkuat sinergi nasional dalam mendorong pengembangan kawasan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan investasi.
Turut hadir jajaran Deputi BP Batam, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, beserta perwakilan Ditjen Bea dan Cukai Kepri serta Ditjen Pajak Kepri.
Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menegaskan keunggulan strategis Batam berkat letak di jalur perdagangan internasional Selat Malaka serta status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
“Batam memiliki kombinasi keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain letak geografis istimewa, fondasi industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik mumpuni, serta akses langsung ke pasar dunia,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BP Batam yang tetap positif di tengah dinamika geopolitik global. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, dengan realisasi investasi Rp 69,3 triliun melebihi target yang ditetapkan.
Meski demikian, Syarief mengingatkan perlunya terus meningkatkan daya saing melalui penguatan pelabuhan, modernisasi logistik, inovasi bisnis, serta integrasi kawasan industri dan pelabuhan guna bersaing dengan ekonomi khusus lain di Asia Tenggara.
“Kami yakin Batam tidak sekadar menjadi pusat pertumbuhan nasional, melainkan berkembang menjadi kawasan investasi dan industri berkelas dunia,” tambahnya.
Menyambut dukungan tersebut, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menjelaskan pihaknya saat ini mengoptimalkan pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 2,4 triliun untuk pembangunan kawasan—sepenuhnya dari skema mandiri tanpa tambahan APBN.
“Sebanyak 65 persen dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis. Capaian investasi yang tinggi ini tidak sekadar angka, melainkan cerminan nyata kepercayaan investor terhadap ekosistem yang terus kami bangun lewat reformasi regulasi, penyederhanaan layanan, dan percepatan infrastruktur,” jelas Amsakar.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan komitmen pemenuhan kebutuhan dasar industri. “Kami terus mempersiapkan penguatan infrastruktur, khususnya keandalan pasokan air dan listrik, untuk menjamin daya saing kawasan secara berkelanjutan,” ujarnya.
BP Batam berharap kunjungan kerja ini memperkuat dukungan kebijakan nasional bagi pengembangan Batam sebagai destinasi investasi yang inklusif dan kompetitif.**
Editor: Ind













