BatamSosial dan Ekonomi

BP Batam dan Citramas Bangun SWRO Kabil Senilai Rp 600 Miliar, Dukung Pengembangan Data Centre

8
×

BP Batam dan Citramas Bangun SWRO Kabil Senilai Rp 600 Miliar, Dukung Pengembangan Data Centre

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad Saksikan Penandatanganan dan Groundbreaking Proyek SWRO Kabil Senilai Rp 600 Miliar, (Foto: BP Batam)

Batam, Anambasnews.com – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Amsakar Achmad menghadiri upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5‑11‑2026).

Proyek SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi Citramas Group senilai USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar. Pembangunan akan dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama berkapasitas 300 liter per detik (lps), dilanjutkan tahap kedua berkapasitas 400 lps, sehingga total kapasitas mencapai 700 lps.

Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat pasokan air bagi pengembangan pusat data (data centre) dan kawasan terintegrasi di wilayah Kabil. Menurut Amsakar, proyek ini bukan hanya bukti kepercayaan investor terhadap prospek Batam, melainkan juga kontribusi dunia usaha dalam menyiapkan infrastruktur pendukung investasi daerah.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah memperhatikan kebutuhan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama, karena ketersediaan air menjadi faktor penting mendorong pertumbuhan industri termasuk pengembangan data centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan investasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan penanaman modal.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Selama ini, kebutuhan air di Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) telah didukung embung mandiri milik Citramas dengan kapasitas sekitar 5.200 m³ per hari (60,2 lps). Selain pembangunan SWRO, Citramas Group juga sedang mempercepat pembangunan embung baru di kawasan Nongsa Digital Park guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring berkembangnya aktivitas industri dan investasi.

BP Batam menilai pengembangan infrastruktur air melalui investasi swasta dan penyediaan fasilitas berkelanjutan merupakan langkah penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada dengan hal itu, CEO Citramas Group Michael Wiluan menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan data centre sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal, terutama pasokan air. Pembangunan SWRO Kabil menjadi langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital dapat berjalan optimal.

“Kami hari ini memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO tahap pertama berkapasitas 300 lps dengan target operasi November 2027, dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus bagian komitmen kami membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab dalam pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Ia menjelaskan Citramas Group telah mengelola suplai air bersih untuk kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui embung seluas 4 hektare di kawasan Kabil. Saat ini produksi air bersih mencapai 5.200 m³ per hari (60,2 lps), dan pada awal tahun 2027 kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 m³ per hari (setara 115,74 lps) melalui penambahan embung baru di Nongsa serta program daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *