Bintan

Bintan Sabet Penghargaan Internasional IMT-GT Green City Award Kategori Ekonomi Sirkular

7
×

Bintan Sabet Penghargaan Internasional IMT-GT Green City Award Kategori Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini
Bupati Bintan Roby Kurniawan Terima Penghargaan Internasional IMT-GT Green City Award di Medan, (Foto: Ist)

Bintan, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menerima Penghargaan Perak (Silver Award) pada ajang 1st IMT-GT Green City Award kategori Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Makan Malam Gala Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32, Rabu malam (9/9/2026) di Ballroom JW Marriott Hotel, Medan, Sumatera Utara.

Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi daerah yang berhasil menerapkan praktik terbaik pembangunan kota hijau dan berkelanjutan di kawasan Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle. Penghargaan juga mencerminkan komitmen ketiga negara mendukung pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan serta mendorong investasi hijau di kawasan.

Bagi Bupati Roby, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan motivasi bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ekonomi sirkular serta efisiensi sumber daya.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bintan, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbuat. Ekonomi sirkular dan efisiensi sumber daya memerlukan kolaborasi Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Roby, setelah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, M. Tito Karnavian.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumatera Utara selaku tuan rumah. IMT-GT yang dibentuk pada 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia, telah menjadi wadah kerja sama subregional yang mendorong pertumbuhan ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.(*Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *