Batam

Batam Targetkan Bebas Banjir, Pemko dan BP Batam Bersinergi Atasi Persoalan Banjir

7
×

Batam Targetkan Bebas Banjir, Pemko dan BP Batam Bersinergi Atasi Persoalan Banjir

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau lokasi penanggulangan banjir di Batam, (Foto: Mcb)

ANAMBASNEWS.COM, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk menjadikan Batam sebagai kota bebas banjir. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan Tim Gabungan Penanggulangan Banjir yang bertugas menyusun dan melaksanakan langkah-langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa penanggulangan banjir merupakan program prioritas Pemko Batam dan BP Batam. Menurutnya, banjir telah menjadi tantangan utama yang mengganggu aktivitas dan menimbulkan kerugian materil bagi masyarakat.

“Dua tahun lagi, Insya Allah, kondisi akan lebih baik. Ini butuh kerja keras semua pihak. Sinergi yang baik antara Pemko Batam dan BP Batam, serta pelaksanaan langkah-langkah penanganan yang tepat, diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah banjir di Kota Batam,” ujar Li Claudia, Minggu, 28 September 2025.

Li Claudia menjelaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang. Banyak kawasan di Batam belum memiliki drainase yang memadai, sementara saluran yang ada mengalami sedimentasi. Selain itu, beberapa daerah dibangun di dataran rendah sehingga rentan terhadap genangan air.

Dalam jangka pendek, Pemko dan BP Batam melakukan normalisasi sungai dan saluran alami. Untuk jangka menengah, pemerintah membangun saluran pembuangan baru ke laut di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong, serta memasang box culvert untuk memperlancar aliran air.

Pada tahap jangka panjang yang direncanakan pada tahun 2026, akan dilakukan penggantian jembatan yang menyempitkan aliran air serta pembangunan kolam resapan berkonsep eco park.

“Selain melakukan normalisasi, kami juga melakukan pemasangan box culvert berukuran besar agar dapat mengatasi debit air yang tinggi. Kami berharap ada keterlibatan pengusaha dan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada saluran-saluran air,” katanya.

Pada tahun 2025 ini, Pemko Batam menargetkan normalisasi drainase sepanjang 307,4 kilometer. Selain normalisasi sungai dan pembersihan saluran, Pemko Batam juga fokus pada pembangunan infrastruktur baru. Sebanyak 10 paket pembangunan dan peningkatan drainase prioritas sedang berjalan di sejumlah titik, mulai dari Batam Centre, Batu Selicin, hingga Sei Beduk.

Selain itu, penanganan banjir juga akan diperkuat dengan pembangunan rumah pompa di Jodoh. Rumah pompa berkapasitas 1,5 meter kubik per detik ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti pompa lumpur dan pintu air.

Melalui usulan APBD Perubahan 2025, Pemko Batam juga berencana menambah pekerjaan di lokasi strategis seperti Simpang Kepri Mall dan Baloi Permai. Li Claudia menegaskan bahwa seluruh program ini dirancang untuk mengurangi risiko banjir dan memastikan keberlanjutan daya dukung sumber daya air di Batam.

“Kami, Pemko dan BP Batam, berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir. Dengan begitu, dalam dua tahun ke depan, persoalan banjir dapat berkurang dan aktivitas serta produktivitas masyarakat bisa lebih nyaman,”pungkasnya.(**Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!