Batam

Batam Cinta Buku 2026: Kolaborasi Menguatkan Ekosistem Literasi Kota Batam

50
×

Batam Cinta Buku 2026: Kolaborasi Menguatkan Ekosistem Literasi Kota Batam

Sebarkan artikel ini
Batam Cinta Buku 2026: Kolaborasi Menguatkan Ekosistem Literasi Kota Batam (Foto: Ist)

Batam, Anambasnews.com — Semangat literasi kembali menggema melalui kegiatan Batam Cinta Buku 2026 yang diselenggarakan oleh Forum TBM Kota Batam di One Mall Batam, Batam. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara komunitas literasi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memperkuat budaya baca di ruang publik.

Didukung oleh Pemerintah Kota Batam, Otoritas Jasa Keuangan, Perpustakaan Bank Indonesia serta mitra swasta. Batam Cinta Buku menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti lapak baca gratis, panggung ekspresi TBM, diskusi literasi, berbagi buku, hingga kampanye membaca bagi pengunjung pusat perbelanjaan. Kehadiran TBM dari berbagai kecamatan di Kota Batam semakin mempertegas bahwa gerakan literasi di kota ini tumbuh secara kolektif dan saling menguatkan.

Ketua Panitia Batam Cinta Buku 2026, Ronal Sirait, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa Batam Cinta Buku bukan hanya sebuah acara, tetapi gerakan bersama untuk membangun kesadaran literasi masyarakat. “Kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan para pegiat TBM di Kota Batam. Kami percaya, buku adalah jembatan perubahan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas, kita ingin memastikan akses literasi semakin luas dan merata.”

Ronald juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh TBM yang hadir dan berpartisipasi aktif. “Kehadiran kawan-kawan TBM hari ini adalah energi terbesar bagi gerakan literasi. Ini bukti bahwa kita tidak berjalan sendiri. Kita bergerak bersama untuk Batam yang lebih cerdas dan berdaya.”

Ia berharap Batam Cinta Buku dapat menjadi agenda rutin tahunan dan semakin melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam. Herman Rozie Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar elemen dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. “Literasi bukan hanya tugas pemerintah, bukan pula hanya tanggung jawab komunitas. Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah, TBM, sekolah, swasta, dan masyarakat harus saling melengkapi dan saling menguatkan.”

Beliau juga menegaskan bahwa keberadaan TBM sebagai mitra strategis pemerintah sangat penting dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput “Ketika kebijakan pemerintah bertemu dengan semangat komunitas, maka dampaknya akan lebih luas dan berkelanjutan.”

Dengan penuh optimisme, beliau secara resmi membuka Batam Cinta Buku 2026 sebagai simbol komitmen bersama membangun budaya literasi di Kota Batam

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, yang menyampaikan apresiasi atas soliditas gerakan literasi di Batam.

Dalam sambutannya, ia menegaskan: “Batam Cinta Buku bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pernyataan komitmen bahwa masyarakat Batam siap menjadi masyarakat pembelajar. Ketika buku hadir di ruang publik, sesungguhnya kita sedang menghadirkan peradaban di tengah aktivitas keseharian.”

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan swasta sebagai langkah konkret membangun literasi berbasis kolaborasi. “Batam hari ini memberi contoh bahwa literasi akan kuat jika dibangun bersama. Ini menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau.”

Batam Cinta Buku 2026 menjadi bukti bahwa literasi dapat hidup di ruang publik, tumbuh dari kolaborasi, dan berkembang melalui semangat kebersamaan. Dari Batam, gerakan cinta buku terus dinyalakan menjadi fondasi bagi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!