Anambas

Anambas Dorong Pengembangan Wisata Tumbuhan di Bukit Tabir, Tersimpan Raflesia Langka

15
×

Anambas Dorong Pengembangan Wisata Tumbuhan di Bukit Tabir, Tersimpan Raflesia Langka

Sebarkan artikel ini
‎Bupati Anambas, Aneng dan Sekda Anambas, Sahtiar, (Foto: Ist)

Anambasnews.com – Keanekaragaman hayati menjadi unggulan utama Kabupaten Kepulauan Anambas, meskipun wilayahnya sebagian besar terdiri dari lautan. Selain kekayaan bahari, daerah ini juga menyimpan potensi daratan berupa flora dan fauna bernilai tinggi yang kini diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis alam.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melihat keanekaragaman hayati sebagai kekuatan baru dalam memperluas daya tarik wisata. Salah satu langkah konkret adalah mencanangkan Kawasan Bukit Tabir di Desa Tarempa Selatan sebagai destinasi wisata tumbuhan, yang dinilai memiliki kekayaan flora khas dan jarang ditemukan di tempat lain.

Kawasan perbukitan ini menyimpan berbagai jenis tanaman endemik dan langka, termasuk bunga Raflesia yang menjadi ikon flora langka Indonesia. Itulah alasan utama Bukit Tabir dipilih sebagai wisata tumbuhan.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan Bukit Tabir memiliki nilai ekologis tinggi sehingga perlu dikelola dengan konsep wisata yang menjaga kelestarian alam. “Bukit Tabir ini menyimpan kekayaan flora yang luar biasa, terutama Raflesia. Ini bukan hanya aset wisata, tetapi juga aset lingkungan yang harus kita lindungi bersama,” ujarnya saat mengunjungi kawasan tersebut, Minggu, 21 Desember 2025.

Ia menjelaskan, destinasi wisata tumbuhan berbeda dengan wisata umumnya karena menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, konservasi, dan penelitian dalam satu kawasan. Melalui konsep ini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang jenis tumbuhan, ekosistem hutan, dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Aneng menegaskan bahwa pengembangan wisata tumbuhan harus dilakukan secara terencana agar tidak merusak habitat flora. Oleh karena itu, diperlukan aturan dan tata kelola yang jelas. Ia mengarahkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas untuk segera berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya minta Dinas Pariwisata segera berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kepri untuk mencari dan menyesuaikan aturan yang berlaku, agar kawasan ini bisa ditetapkan sebagai wisata tumbuhan tanpa melanggar regulasi kehutanan,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat penting agar pengembangan wisata sejalan dengan upaya konservasi dan perlindungan hutan. Aneng berharap, Bukit Tabir dapat berkembang menjadi destinasi wisata tumbuhan unggulan Anambas yang berkelanjutan, memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati daerah.(*Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!