BatamKepriSosial dan Ekonomi

Amankan Stok dan Harga Beras, Pemprov Kepri Perkuat Kerja Sama Antar Daerah

16
×

Amankan Stok dan Harga Beras, Pemprov Kepri Perkuat Kerja Sama Antar Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kerpi, Nyanyang Haris Pratamura memimpin pertemuan bisnis (business matching) stabilisasi pasokan dan harga beras Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Graha Kepri, Kamis (15/1/2026), (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

Batam, Anambasnews.com — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus bergerak memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga beras untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua juta penduduk, termasuk lonjakan konsumsi dari wisatawan yang jumlahnya nyaris setara dengan warga yang menetap.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan business matching Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Graha Kepri, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dan difasilitasi Badan Pangan Nasional.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mempertemukan pelaku usaha perberasan dari daerah sentra produksi dengan pelaku usaha di Kepulauan Riau guna membangun kerja sama bisnis berkelanjutan demi menjamin ketersediaan beras.

“Ini langkah strategis untuk memastikan pasokan beras tetap aman dan harga tetap stabil, mengingat Kepri bukan daerah penghasil beras,” tegas Wagub Nyanyang.

Nyanyang menjelaskan, Kepri memiliki karakteristik wilayah laut sekitar 98 persen dan daratan hanya 2 persen, serta berada di kawasan perbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut membuat Kepri sangat bergantung pada pasokan beras dari daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan sentra produksi nasional lainnya.

Selain kebutuhan penduduk, konsumsi beras di Kepri juga dipengaruhi tingginya arus wisatawan. “Kebutuhan beras tidak hanya dihitung dari jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa, tetapi juga wisatawan mancanegara dan nusantara yang jumlahnya hampir dua juta orang,” ujarnya.

Saat ini, kebutuhan beras di Kepulauan Riau tercatat mencapai sekitar 202 ribu ton per tahun, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun non-rumah tangga, dengan dominasi beras jenis premium.

Wagub menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kesinambungan pasokan dan pengendalian harga, terlebih menjelang momen rawan inflasi seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.

“Distribusi juga menjadi perhatian utama. Sebagai wilayah kepulauan, Kepri sangat bergantung pada transportasi laut. Hambatan distribusi harus diantisipasi bersama,” tambahnya.

Pemprov Kepri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pemenuhan stok, pengawasan, serta pemantauan harga di tingkat konsumen sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj Sekda Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Rika Azmi, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Kasatgas Pangan Bappenas Djoko Prihadi, Deputi Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, serta jajaran TNI-Polri, kepala daerah, Bulog, asosiasi perberasan, dan pengusaha beras dari berbagai daerah.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!