Tanjungpinang

Ade Angga Ingatkan Kader Golkar: Jangan Pamer Kemewahan, Buktikan Karya untuk Rakyat

15
×

Ade Angga Ingatkan Kader Golkar: Jangan Pamer Kemewahan, Buktikan Karya untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Ade Angga, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang di Hotel Alture, Minggu (5/7/2026). (Foto: Ist)

 

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Ade Angga, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang di Hotel Alture, Minggu (5/7/2026).

Dalam sambutannya, Ade Angga menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen Partai Golkar sebagai partai yang bersih, solid, dan dekat dengan masyarakat.

Mengawali arahannya, Ade Angga mengingatkan bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya mampu menciptakan pengikut, tetapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

“Dulu ketika saya masih mahasiswa, senior-senior di organisasi selalu mengajarkan bahwa pemimpin yang baik bukan hanya melahirkan pengikut, tetapi mampu melahirkan pemimpin. Itulah nilai kepemimpinan yang harus terus kita jaga di Partai Golkar,” ujarnya.

Ade Angga kemudian menyampaikan pesan pertama dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, yakni komitmen menghapus praktik mahar politik dalam seluruh proses konsolidasi partai.

Ia menegaskan seluruh proses Musda maupun agenda politik internal Partai Golkar harus berlangsung bersih dan bebas dari praktik transaksi politik.

“Setiap konsentrasi politik di Partai Golkar tidak ada lagi mahar. Kita harus buktikan bahwa tidak ada satu pun kader Partai Golkar yang diminta mahar. Begitu juga dalam proses penetapan pimpinan DPRD maupun pelaksanaan Musda, tidak ada lagi biaya-biaya politik. Hari ini setiap Musda Partai Golkar sudah tidak ada lagi money politics,” tegasnya.

Selain itu, Ade Angga meminta seluruh sekretariat Partai Golkar, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, benar-benar difungsikan sebagai rumah aspirasi masyarakat.

Menurutnya, sekretariat partai tidak boleh hanya menjadi simbol organisasi, tetapi harus menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan harapan.

“Setiap sekretariat Partai Golkar harus terbuka. Jangan ada lagi sekretariat yang pintunya tertutup. Sekretariat adalah rumah aspirasi masyarakat. Di situlah masyarakat datang menyampaikan keluhan dan mencari solusi. Inilah semangat reformasi Golkar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Angga juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Ia menyebut DPP telah menetapkan target agar seluruh Musda kabupaten dan kota selesai dilaksanakan paling lambat akhir tahun 2026.

Ia berharap seluruh proses berjalan dalam semangat musyawarah dan persatuan, bukan lagi dipenuhi konflik internal yang hanya menguras energi partai.

“Konsolidasi Partai Golkar ditetapkan hingga batas akhir tahun 2026. Musda kabupaten dan kota harus selesai dilaksanakan. Semua harus berjalan dalam bingkai musyawarah. Selama ini energi kita terlalu banyak habis karena konflik. Saatnya kita fokus membesarkan partai,” ujarnya.

Ade Angga juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kepada seluruh kader agar tetap hidup sederhana, tidak mempertontonkan kemewahan, dan selalu hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan kader Partai Golkar, terutama yang dipercaya menjadi anggota DPRD, bukan ditentukan oleh jabatan yang dimiliki, melainkan oleh karya nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pesan Ketua Umum dan Sekjen sangat jelas. Kader Partai Golkar tidak boleh pamer kemewahan. Harus hidup sederhana, dekat dengan masyarakat, dan selalu hadir di tengah rakyat. Bagi kader yang menjadi anggota DPRD, tolok ukur keberhasilannya adalah karya. Itulah yang harus dibuktikan kepada masyarakat,” tegas Ade Angga.

Melalui Musda VI DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang, Ade Angga berharap lahir kepengurusan yang mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta membawa Partai Golkar semakin dipercaya dalam menghadapi agenda politik ke depan.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!