BengkalisInfotorial

Mutiasari Cup Unity III Dibuka, Bupati Kasmarni: Sportivitas Cerminan Karakter Bangsa

3
×

Mutiasari Cup Unity III Dibuka, Bupati Kasmarni: Sportivitas Cerminan Karakter Bangsa

Sebarkan artikel ini
Bupati Bengkalis, Kasmarni, (Foto: Ist)

Bengkalis, Anambasnews.com – Pertandingan boleh berakhir, skor boleh berubah, dan pemenang akan ditentukan di lapangan. Namun bagi Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, ada kemenangan yang jauh lebih penting sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus hidup setelah laga usai.

Pesan mendalam itu disampaikan Bupati Hj. Kasmarni saat secara resmi membuka Turnamen Futsal Mutiasari Cup Unity III Tahun 2026 di Abiken Soccerfield, Kecamatan Mandau, Sabtu (12/9/2026) malam.

Turnamen yang digagas RSU Mutiasari ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kegiatan ini telah menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, dan memperkuat jejaring antara RSU Mutiasari dengan para mitra kerja serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

“Kita sehat melalui olahraga, kita kuat melalui kebersamaan, dan kita semakin dekat melalui silaturahmi,” ujar Hj. Kasmarni.

Menurutnya, olahraga mengajarkan nilai-nilai penting bagi kehidupan sekaligus pembangunan daerah: disiplin, kerja sama, kekompakan, daya juang, hingga kemampuan menghargai sesama. Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.

“Menang adalah prestasi, sportivitas adalah karakter, dan persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Bupati juga berpesan agar semangat persatuan tidak berhenti di lapangan saja.

“Jangan hanya kompak di lapangan. Bawa semangat persatuan ini ke tempat kerja, ke dalam pengabdian, dan ke tengah-tengah masyarakat,” ajaknya.

Semangat kebersamaan ini sangat dibutuhkan karena pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri. Kompleksitas kebutuhan masyarakat menuntut kerja sama lintas pihak, termasuk dalam sektor kesehatan. Kolaborasi dan kekompakan menjadi kunci menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, ramah, dan berkualitas.

“Pelayanan kesehatan adalah kerja bersama. Dibutuhkan kekompakan, komunikasi, profesionalisme, dan kepedulian. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa baik kita bekerja, melainkan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan program dan kebijakan pemerintah, melainkan memerlukan energi serta kepedulian kolektif.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi seluruh kekuatan daerah. Kita ingin membangun Bengkalis bukan hanya dengan program, tetapi dengan kekuatan kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap daerah,” tegas Hj. Kasmarni.

Ia juga mengapresiasi konsistensi RSU Mutiasari menyelenggarakan turnamen ini hingga tahun ketiga. Kegiatan ini dinilai bermanfaat ganda: menggerakkan budaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antarlembaga dan antarmasyarakat.

Diharapkan, Mutiasari Cup Unity terus berkembang menjadi tradisi positif yang melahirkan semangat kebersamaan, memperkuat jejaring, dan menumbuhkan budaya hidup sehat di Bengkalis.

“Jadikan turnamen ini sebagai ruang berkompetisi secara sehat, memperluas persahabatan, dan memperkuat persaudaraan. Setelah pertandingan selesai, persaudaraan jangan ikut selesai,” pesannya.

Turut dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Direktur RSU Mutiasari dr. M. Yusuf, CEO PT RMB Hospital Group Donny Adelino, ST, Direktur PT Mutiasari dr. Leo Pratama Agung, MARS, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Prasetyo, Kepala Dinas BPBD Salaman Alfarizi, Camat Mandau Riki Rihardi, serta sejumlah pejabat, panitia, peserta, dan undangan lainnya.(*Suryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *