Batam, Anambasnews.com – Transformasi besar-besaran di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui modernisasi infrastruktur, peningkatan sistem operasional, dan digitalisasi layanan, pelabuhan ini kini berstandar internasional, memangkas biaya logistik secara drastis, serta memperkuat posisi Batam sebagai gerbang perdagangan global.
Pengembangan ini dikelola PT Batam Terminal Petikemas (BTP) selaku mitra BP Batam, bersinergi dengan PT Batu Ampar Container Terminal (BACT), dengan dukungan investasi sekitar USD 85 juta untuk pembaruan peralatan, perluasan lapangan penumpukan, serta peningkatan kapasitas dan layanan pelabuhan.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyatakan langkah ini sejalan visi menjadikan Batam pusat logistik andalan di Asia Tenggara.
“Kami akselerasi pengembangan TPK Batu Ampar sebagai wujud komitmen wujudkan logistik modern, efisien, dan daya saing tinggi bagi kawasan perdagangan bebas,” ujarnya, Senin, 13/7/2026.
Peningkatan kualitas langsung terlihat dari lonjakan produktivitas, Bongkar muat peti kemas naik dari 18 menjadi 24 kotak per jam (+33%), Penanganan kapal melonjak tiga kali lipat dari 12 menjadi 40 kotak per jam, Waktu sandar kapal dipangkas 65% dari 20 jam menjadi hanya 7 jam dan Waktu tunggu kapal turun 57% dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.
Sepanjang Januari–Mei 2026, arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs, di mana ekspor menyumbang 71.930 TEUs atau 32,5 persen tanda geliat ekonomi dan industri Batam yang kian kuat.
Ia menambahkan, peningkatan konektivitas lewat pelayaran langsung (direct call) membawa dampak ekonomis nyata. Rute Batam–Shanghai kini hanya butuh biaya USD 650–800 per kontainer 20 kaki, turun drastis dari skema lama lewat transit Singapura yang mencapai USD 950–1.100.
Hemat hingga 50% biaya dan waktu tempuh cukup 8 hari. Bagi maskapai, efisiensi sandar hingga 17 jam per kunjungan juga menekan biaya operasional kapal hingga USD 3.800 per kali sandar.
Ke depan, TPK Batu Ampar akan berlakukan sistem pembayaran langsung (Direct Billing) secara bertahap untuk memangkas birokrasi, meningkatkan transparansi, dan mempercepat pelayanan.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menegaskan pengembangan akan terus berlanjut guna menampung pertumbuhan arus barang. Sementara Direktur BTP, Capt. Basori Alwi, menambahkan akan dilanjutkan perluasan terminal, pengerukan kolam pelabuhan, dan integrasi sistem digital demi mendukung investasi dan perekonomian nasional.**
Editor : Ind













