Tanjungpinang, Anambasnews.com – Dukungan terhadap pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat terus menguat. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga adat, hingga warga Pulau Penyengat secara resmi menyerahkan dokumen dukungan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Dokumen tersebut diserahkan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, Dato’ Seri Setia Utama Raja Al Hafiz, didampingi Dato’ Raja Malik Afrizal kepada Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di sela rangkaian kegiatan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026).
Dato’ Seri Setia Utama Raja Al Hafiz menegaskan, dukungan yang diberikan merupakan wujud komitmen masyarakat dalam mendukung pembangunan salah satu proyek strategis kebudayaan di Kepulauan Riau.
Menurutnya, keberadaan Museum dan Monumen Bahasa Nasional akan semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah, peradaban, dan perkembangan bahasa Melayu di Nusantara.
“Ini adalah bentuk dukungan penuh masyarakat agar Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu dan sejarah lahirnya bahasa Indonesia,” ujarnya.
Penyerahan dokumen dukungan tersebut menjadi momentum penting yang menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya bangsa.
Selain menjadi pusat pelestarian sejarah bahasa Melayu, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata budaya, memperkuat identitas daerah, serta mendorong Pulau Penyengat menjadi destinasi unggulan yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis Pulau Penyengat sebagai salah satu situs bersejarah yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, cita-cita menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat peradaban Melayu dan kebahasaan nasional semakin mendekati kenyataan.(*Dani)













