Batam, Anambasnews.com – Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menerima langsung perwakilan Aliansi Mahasiswa Batam yang menggelar unjuk rasa di depan kantor dewan, Kamis (18/6/2026).
Kamaluddin berkomitmen menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan, baik yang berskala nasional maupun persoalan di daerah.

Aksi dimulai pukul 10.15 WIB dengan diikuti sekitar 15 peserta. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan soal krisis lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga penolakan aktivitas yang merusak kawasan pesisir. Setelah berorasi sekitar 30 menit, massa diarahkan ke ruang serbaguna untuk berdiskusi langsung dengan pimpinan dewan.
Dalam audiensi, mahasiswa menyampaikan sejumlah poin: desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, serta penyelesaian masalah air bersih, tenaga kerja lokal, sampah, dan banjir.
Menanggapi hal itu, Kamaluddin menjelaskan akar persoalan yang dihadapi kota ini. “Volume sampah dulu sekitar 700 ton/hari, kini mencapai 1.300 ton. Pelanggan air bersih sudah 360 ribu KK, sementara sebagian instalasi sudah rusak. Perbaikan butuh waktu dan biaya besar,” paparnya.

Ia juga menegaskan keterbatasan kewenangan daerah.“Sebagai lokomotif ekonomi nasional, Batam terbuka bagi seluruh warga Indonesia. Kami tidak bisa membatasi arus kedatangan penduduk,”tambahnya.
Kamaluddin memastikan seluruh masukan akan disampaikan kepada Wali Kota serta instansi terkait. “DPRD menjadi jembatan komunikasi agar setiap masalah mendapat solusi yang tepat,” tegasnya.(Adv)













