KepriTanjungpinang

Hulubalang LAM Kepri Resmi Dikukuhkan, Gubernur Ansar: Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman

18
×

Hulubalang LAM Kepri Resmi Dikukuhkan, Gubernur Ansar: Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman

Sebarkan artikel ini
GUBERNUR Kepri, Ansar Ahmad memberikan kata sambutan. Menurut Gubernur Ansar, Hulubalang LAM memiliki peran penting, bukan hanya sebagai simbol keberanian. (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau resmi mengukuhkan Hulubalang LAM Kepulauan Riau Masa Khidmat 2026–2027 dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Balai Adat Seri Indra Sakti, Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).

Pengukuhan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan LAM Kepulauan Riau Nomor 2/LAM KEPRI/IV/2026 itu dipimpin langsung oleh Ketua LAM Kepulauan Riau, Raja Al-Hafiz Raja Ismail.

Dalam prosesi tersebut, Dato’ Wira Setia Utama Endy Maulidi resmi dikukuhkan sebagai Panglima Besar Hulubalang LAM Kepulauan Riau. Pengukuhan ditandai dengan pemasangan pakaian kebesaran adat berupa tanjak, keris, dan tongkat komando sebagai simbol amanah besar dalam menjaga marwah dan keluhuran adat Melayu di Bumi Segantang Lada.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa keberadaan Hulubalang LAM memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan jati diri Melayu di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

Menurut Ansar, Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat peradaban Melayu terbesar di Indonesia. Dengan jumlah masyarakat Melayu mencapai hampir 30 persen dari total penduduk Kepri, pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat menjadi tanggung jawab bersama.

“Lembaga Adat Melayu memiliki peran strategis dalam menggali, memelihara, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu Kepulauan Riau sebagai upaya mewujudkan pepatah Tak Kan Melayu Hilang di Bumi,” ujar Ansar.

Ia menekankan bahwa dalam tamadun Melayu, hulubalang bukan sekadar simbol keberanian atau kekuatan fisik. Lebih dari itu, hulubalang adalah sosok yang menjunjung tinggi amanah, menjaga kehormatan negeri, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Hulubalang memiliki posisi penting sebagai lambang kesetiaan kepada negeri, keberanian menegakkan kebenaran, serta kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Ansar juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Jika dahulu ancaman datang dalam bentuk fisik, kini masyarakat dihadapkan pada lunturnya adab, menurunnya penghormatan kepada orang tua dan guru, maraknya fitnah dan ujaran kebencian, hingga melemahnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya Melayu.

Karena itu, ia berharap para hulubalang mampu tampil sebagai teladan dalam akhlak, tutur kata, perilaku, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Kehadiran hulubalang harus mampu menjadi penuntun dan penguat nilai-nilai kemelayuan di tengah perubahan zaman,” tegasnya.

Gubernur Ansar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan peradaban Melayu yang telah melahirkan banyak ulama, sastrawan, pemikir, dan tokoh besar yang berpengaruh hingga kini.

Menutup sambutannya, Ansar menyampaikan tahniah kepada seluruh Hulubalang LAM Kepulauan Riau yang baru dikukuhkan dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin, melimpahkan kebijaksanaan dalam setiap langkah, serta menjadikan saudara-saudara sebagai penjaga marwah adat dan kebanggaan masyarakat Melayu Kepulauan Riau,” tutupnya.

Prosesi pengukuhan turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, unsur Forkopimda Kepri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus LAM Kepulauan Riau.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *