Tanjungpinang

Delapan TBM Kepri Lolos Kurasi Nasional, Gerakan Literasi Kian Menguat

43
×

Delapan TBM Kepri Lolos Kurasi Nasional, Gerakan Literasi Kian Menguat

Sebarkan artikel ini
Delapan TBM Kepri Lolos Kurasi Nasional, Gerakan Literasi Kian Menguat (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Kabar menggembirakan datang dari dunia literasi di Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak delapan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan komunitas literasi dari berbagai daerah dinyatakan lolos kurasi seleksi awal Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026.

Program yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menjadi ajang penting dalam mendorong penguatan literasi di daerah. Hasil seleksi tersebut tertuang dalam pengumuman resmi Nomor 0113 Tahun 2026.

Adapun TBM dan komunitas literasi asal Kepri yang berhasil lolos antara lain Taman Baca Ribka Ricci Marina, TBM Abiyasa Bengkong, TBM Sayang Anak, dan TBM Berkah Ilmu Cendekia dari Kota Batam. Selain itu, Komunitas Mutiara dari Tanjungpinang, Rumah Literasi Cik Puan dari Karimun, Rumah Baca Enisa Murof dari Natuna, serta TBM Pesona Ilmu dari Kepulauan Anambas juga masuk dalam daftar.

Keberhasilan ini dinilai menjadi bukti bahwa gerakan literasi di Kepri terus berkembang secara progresif dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. TBM kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif para pegiat literasi yang konsisten membangun budaya membaca di masyarakat.

“Ini adalah buah dari komitmen panjang seluruh pengelola TBM dan komunitas literasi di Kepri. Mereka telah menghadirkan ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat untuk belajar serta berkembang,” ujarnya.

Harken juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program bantuan tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan kehadiran negara dalam memperkuat gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput.

“Program ini menjadi bukti nyata bahwa literasi mendapat perhatian serius, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” tambahnya.

Ke depan, pihaknya mendorong kolaborasi yang lebih luas antara TBM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta agar gerakan literasi semakin terstruktur dan berkelanjutan.

Forum TBM Kepri juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengelola serta mendorong inovasi program berbasis kebutuhan lokal. Tujuannya, agar TBM mampu naik kelas menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan capaian ini, diharapkan semangat para pegiat literasi semakin meningkat untuk terus memperluas dampak hingga ke pelosok daerah. Gerakan literasi pun diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari TBM kita menyalakan cahaya, dari literasi kita membangun peradaban,” tutup Harken.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *