KepriSosial dan EkonomiTanjungpinang

Pemprov Kepri Revitalisasi Penyengat, Targetkan Wisatawan Mancanegara

4
×

Pemprov Kepri Revitalisasi Penyengat, Targetkan Wisatawan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata biasa. Pulau bersejarah ini terus menunjukkan peran strategisnya sebagai jembatan masa lalu dan masa depan, menjadi kekuatan utama penggerak ekonomi daerah berbasis sejarah, budaya, dan religi.

Sebagai tempat lahirnya tata bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia, serta pusat kejayaan peradaban Melayu-Islam, Pulau Penyengat kini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan terus dikembangkan menjadi destinasi wisata halal kelas dunia.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pembangunan di sini diarahkan pada konsep Pariwisata Regeneratif. Pendekatan ini tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya.

Revitalisasi Masif, Wujud Komitmen Pemprov
Mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI dan Wisata Bersih, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad terus melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Berbagai fasilitas ditingkatkan, mulai dari penataan jalan, perbaikan drainase, penerangan jalan, hingga kenyamanan fasilitas umum. Semua dilakukan demi memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Tak hanya infrastruktur, masyarakat pun dilibatkan secara aktif melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, dan pelestarian seni budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa potensi Pulau Penyengat sangat besar dan memberikan dampak nyata.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa, dan ini menjadi kekuatan ekonomi kita. Melalui pariwisata regeneratif, kita pastikan manfaatnya dirasakan semua pihak, baik lingkungan, sosial, maupun ekonomi,” ujar Hasan, Minggu, 19/4/2026.

Upaya ini mulai membuahkan hasil gemilang. Selama periode Januari hingga Maret 2026 saja, tercatat sekitar 6.200 wisatawan telah berkunjung. Mereka datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara seperti Malaysia, Singapura, hingga Eropa.

“Ini peluang emas. Pemerintah terus membina warga agar mampu memberikan pelayanan terbaik, menjaga kebersihan, dan keramahan, supaya wisatawan betah dan ingin kembali lagi,” tambahnya.

Ke depan, Pemprov Kepri memiliki visi besar untuk membangun Monumen Bahasa dan museum baru, serta melanjutkan revitalisasi Balai Adat.

Keberadaan ikon baru ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas sejarah, tetapi juga menjadi magnet baru yang mampu melahirkan ekonomi kreatif dan membawa nama Kepulauan Riau kian harum di kancah internasional.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *