Batam

Pansus DPRD Batam Intensif Bahas Ranperda LAM, Target Disahkan Tahun Ini

5
×

Pansus DPRD Batam Intensif Bahas Ranperda LAM, Target Disahkan Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Pansus DPRD Batam menggelar rapat Bahas Ranperda LAM, (Foto: Ist)

Batam, Anambasnews.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam semakin intensif menggelar rapat pembahasan. Tak lama setelah mengadakan pertemuan sehari sebelumnya, Pansus kembali melanjutkan diskusi pada Kamis (19/2/2026) bersama Tim Pemerintah Kota Batam.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Muhammad Yunus, SPi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum LAM Kota Batam. Sejumlah anggota Pansus turut hadir dalam pembahasan lanjutan ini.

Dari unsur Pemerintah Kota Batam, selain perwakilan dari Bagian Hukum, tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga turut serta untuk memberikan masukan terkait substansi ranperda yang tengah dibahas.

Muhammad Yunus menegaskan bahwa pihaknya menargetkan Ranperda LAM Kota Batam dapat dituntaskan dan disahkan pada tahun ini. Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut sangat penting untuk memperjelas dan memperkuat eksistensi LAM sebagai payung negeri dalam mendukung pembangunan serta pelestarian kebudayaan daerah.

“Kita target memang dapat disahkan tahun ini juga. Mudah-mudahan pembahasan selanjutnya semakin memudahkan upaya kita menyusun pasal demi pasal dalam ranperda ini,” ujar Yunus.

Ia berharap, Perda LAM nantinya dapat mengatur secara komprehensif hubungan lembaga tersebut dengan pemerintah daerah, organisasi paguyuban, serta zuriat Nong Isa. Selain itu, regulasi ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal di Kota Batam serta memberikan kepastian peran LAM dalam pembangunan kota, kebudayaan daerah, dan masyarakat adat.

Lebih jauh, Yunus ingin masyarakat memahami bahwa LAM adalah payung bagi semua paguyuban yang ada di Kota Batam. Ia pun berharap seluruh masyarakat dapat bahu membahu membangun Batam dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu.

“Kita tidak boleh lupa bahwa keberagamanlah yang membuat kita kuat, sebagaimana semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita sadari bahwa Batam adalah rumah kita, kampung kita yang perlu kita jaga suasana kondusifnya demi kenyamanan kita semua,” pungkasnya.(*Ramdan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *