Tanjungpinang, Anambasnews.com – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, memimpin rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin, 24 November 2025. Rapat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mendorong percepatan digitalisasi layanan publik.
Gubernur Ansar menyampaikan bahwa inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada dalam rentang sasaran nasional, namun perlu diantisipasi potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan peningkatan permintaan. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras. Ia meminta OPD terkait memperkuat koordinasi dan memastikan kelancaran distribusi.
Ansar juga menyoroti penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri dan meminta seluruh OPD meningkatkan pemanfaatan kanal pembayaran digital. “Digitalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan kinerja ekonomi Kepri yang tumbuh 7,48 persen dan peningkatan transaksi QRIS sebesar 194 persen. Ia menegaskan bahwa digitalisasi mempermudah UMKM dalam bertransaksi dan meningkatkan akses pembiayaan.
Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, optimistis inflasi Nataru dapat dijaga di bawah 3,5 persen berkat program pengendalian harga yang efektif.
Dalam rapat tersebut, juga diserahkan bantuan alat pertanian dan sarana digital farming kepada kelompok tani, koperasi, dan pesantren untuk memperkuat produksi pangan lokal.
Menutup rapat, Gubernur Ansar menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas inflasi dan percepatan digitalisasi.
Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Kepala Cabang Perum Bulog Kota Tanjungpinang, Kepala Cabang Bulog Kota Batam, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, para Kepala OPD, serta perwakilan kelompok tani dan pondok pesantren.**
Editor : Ind













