ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Masyarakat Desa Persiapan Buyu, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, kini merasakan manfaat ekonomi dari rumput laut jenis rengkam, yang sebelumnya dianggap sebagai sampah laut tak berguna.
Sejak tahun 2023, nelayan setempat mulai mengumpulkan dan menjual rengkam, yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga pesisir di desa persiapan Buyu.
Fitri, seorang nelayan di Pulau Buyu, Desa Persiapan, mengungkapkan bahwa rengkam merupakan karunia kekayaan alam dari Allah SWT kepada masyarakat pesisir.
“Rumput laut jenis rengkam ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tanpa perlu ditanam, kami bisa langsung mengambilnya dari perairan sekitar dan menjadikannya sumber pendapatan sehari-hari,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Proses pengeringan rengkam terbilang sederhana. Dalam kondisi cuaca panas, rumput laut ini bisa kering dalam sehari dan siap dikemas untuk dijual. Saat ini, harga rengkam per kilogram adalah Rp1.700 dan dijual ke penampung terdekat. Harganya cukup terjangkau.
Dengan produksi mencapai 100 kg per hari, para nelayan dapat memperoleh penghasilan yang lumayan.
Saat ini, rengkam dari Desa Persiapan Pulau Buyu banyak diminati pembeli dari luar daerah. “Pembeli akan datang langsung ke penampung di kampung bila stok sudah memenuhi permintaan,” tambah Fitri.
Keberadaan pasar untuk rengkam ini membawa dampak positif bagi ekonomi di Pulau Buyu. Kini, Fitri memanfaatkan pelantar dan lapangan luas untuk menjemur rumput laut.
Fitri mengungkapkan bahwa sejak adanya pembeli rengkam, banyak nelayan merasa terbantu dengan tambahan penghasilan ini.
“Alhamdulillah, dengan adanya pembeli, kami bisa mendapatkan pemasukan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan potensi besar yang dimiliki, rengkam kini bukan hanya sekadar limbah laut, tetapi telah menjadi komoditas bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*Suharman)













