ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Hingga pertengahan Agustus 2025, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kota Tanjungpinang masih di bawah 50 persen. Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menyebut, rendahnya realisasi anggaran ini dipicu oleh kebijakan efisiensi yang membuat sejumlah kegiatan belum berani dijalankan.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menjelaskan bahwa fenomena rendahnya serapan APBD bukan hanya dialami Tanjungpinang, tetapi juga terjadi di banyak daerah lain. “Penyebabnya karena efek efisiensi kemarin. Sejumlah kegiatan belum berani dilaksanakan, dan ini bukan hanya terjadi di Tanjungpinang, tetapi juga di daerah lain,” ujarnya, Jumat, 15 Agustus 2025.
Lis mengungkapkan, tingginya porsi belanja pegawai dibanding belanja modal juga menjadi faktor yang memengaruhi komposisi realisasi APBD. “Belanja pegawai memang pasti lebih tinggi karena dibayarkan rutin setiap bulan. Sedangkan belanja modal menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kami juga tidak berani terlalu longgar dalam penggunaannya, apalagi di situasi seperti saat ini,” tegas Lis.
Realisasi APBD Murni 2025 Tanjungpinang yaitu, Pendapatan Daerah: Target Rp1,02 triliun, terealisasi Rp491,68 miliar (48,17%), Belanja Daerah: Target Rp1,03 triliun, terealisasi Rp460,59 miliar (44,46%).
Selanjutnya, Rincian Realisasi Belanja:
Belanja Pegawai: Anggaran Rp509,89 miliar, realisasi Rp288,70 miliar (56,62%), Belanja Barang dan Jasa: Anggaran Rp377,85 miliar, realisasi Rp129,35 miliar (34,23%), Belanja Modal: Anggaran Rp126,20 miliar, realisasi Rp38,76 miliar (30,71%), Belanja Lainnya: Anggaran Rp22,12 miliar, realisasi Rp3,78 miliar (17,11%) dan Belanja Hibah: Anggaran Rp20,12 miliar, realisasi Rp3,45 miliar (17,15%).
Pemko Tanjungpinang berharap pelaksanaan kegiatan dapat dipercepat pada sisa tahun anggaran tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.(*Anwar)













