ANAMBASNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas langsung bergerak cepat setelah pelantar Tenggiri di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, roboh pada Selasa dini hari, 15 Juli 2025.
Kabid Bina Marga PUPR Anambas, Amiruddin, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim teknis untuk melakukan survei dan pengambilan sampel di lokasi kejadian.
“Petugas sudah turun ke lapangan, melakukan survei dan mengambil sampel. Saat ini kami sedang merumuskan metode perbaikannya, dan untuk anggaran akan kami coba usulkan dalam APBD Perubahan 2025,” kata Amiruddin.
Sisi pelantar yang roboh diperkirakan sepanjang 10 meter dan menyebabkan kerusakan pada pipa-pipa saluran air milik warga yang menempel di sisi pelantar.
Diduga kuat, robohnya sisi pelantar disebabkan oleh seringnya dilalui kendaraan pengangkut barang jenis kaisar yang menggunakan pelantar sebagai lokasi putar balik.
Warga sekitar, Icha, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara dentuman keras saat pelantar roboh, namun tidak langsung keluar rumah karena kondisi yang sudah larut malam.
“Saya dengar suara keras, tapi nggak keluar karena sudah tengah malam dan saya juga sedang mau ke toilet. Paginya baru saya lihat ternyata pelantar sudah roboh,” ujarnya.
Pelantar yang roboh biasa digunakan warga untuk memarkir sepeda motor dan akses keluar masuk ke rumah-rumah yang berada di atas laut. Akibat insiden tersebut, pelantar kini ditutup sementara oleh warga demi alasan keselamatan.
Pihak PUPR menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat untuk penanganan lanjutan. Warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan mengingat pelantar tersebut merupakan jalur penting dalam aktivitas harian mereka.(*Ak)













