KepriTanjungpinang

Gubernur Kepri Jamu Ketua DPD RI, Bahas Strategi Pembangunan Berkelanjutan Wilayah Kepulauan

29
×

Gubernur Kepri Jamu Ketua DPD RI, Bahas Strategi Pembangunan Berkelanjutan Wilayah Kepulauan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menjamu Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, di Gedung Daerah Tanjungpinang,.Minggu, 8/6/ 2025. (Foto: Ist)

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menjamu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, dalam sebuah jamuan makan malam resmi yang digelar di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Minggu, 8 Juni 2025.

Hadir mendampingi Gubernur Ansar, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, serta sejumlah pejabat eselon tinggi dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri. Sementara itu, Ketua DPD RI turut didampingi Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan Anggota DPD RI Dapil Kepri, Dharma Setiawan.

Jamuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi forum strategis yang dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai arah pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN. Suasana yang akrab mendukung pertukaran gagasan konstruktif antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif pusat.

Dalam pemaparannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa Kepri merupakan aset geostrategis nasional yang masih memiliki banyak potensi belum tergarap. Ia menyoroti posisi strategis Kepri yang memiliki 96 persen wilayah perairan, 2.408 pulau, dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang dilalui lebih dari 80.000 kapal dan 70 juta kontainer per tahun.

“Kepri adalah Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Nusantara,” ujar Ansar dengan antusias.

Gubernur Ansar juga memaparkan kekuatan ekonomi Kepri melalui sektor unggulan seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, dan KEK pariwisata dan kesehatan internasional di Batam. Ditambah status Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun serta keberadaan 21 kawasan industri aktif, menjadikan Kepri simpul penting dalam jaringan logistik dan produksi regional.

Dalam sektor pariwisata, Kepri kini berada di peringkat ketiga destinasi wisatawan mancanegara terbanyak setelah Jakarta dan Bali. Di bidang kelautan dan perikanan, Kepri memiliki potensi tangkapan laut hingga 1,3 juta ton per tahun dan produksi budidaya sebesar 27.436 ton, dengan komoditas ekspor unggulan seperti ikan pelagis, cumi, kepiting, dan lobster.

Ansar turut menyoroti capaian makroekonomi provinsi, seperti pertumbuhan ekonomi 5,02% pada 2024 dan meningkat menjadi 5,16% di triwulan I 2025, menjadikannya tertinggi ketiga di Sumatera. Inflasi stabil di angka 1,73% (Mei 2025), dan angka kemiskinan turun menjadi 4,78% terendah di Sumatera dan keempat secara nasional. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri mencapai 79,89, menempatkan provinsi ini di posisi teratas di Sumatera dan ketiga nasional.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan Gubernur dan jajaran. Ia menegaskan bahwa Kepri memiliki nilai strategis dalam konteks geoekonomi dan geopolitik nasional.

“Kepri tidak hanya penting bagi Sumatera, tapi juga bagi keseluruhan arsitektur ekonomi dan pertahanan Indonesia,” ujar Sultan.

Ia menekankan perlunya pendekatan kebijakan nasional yang inklusif dan berkeadilan bagi wilayah kepulauan seperti Kepri. DPD RI, lanjut Sultan, berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan strategis daerah, terutama dalam aspek infrastruktur, konektivitas antar pulau, dan pemerataan akses layanan publik.

“DPD RI akan terus menjadi penyambung lidah daerah. Kami pastikan Kepri mendapat perhatian maksimal dalam kebijakan pusat,” tegasnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPD RI dalam upaya mendorong kemajuan Provinsi Kepri secara berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun regional.(Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *