LinggaSosial dan Ekonomi

Menjelang Imlek, Nelayan Pulau Duyung Panen Ikan Dingkis yang Dijual Hingga Rp150 Ribu per Kg

38
×

Menjelang Imlek, Nelayan Pulau Duyung Panen Ikan Dingkis yang Dijual Hingga Rp150 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Nelayan Pulau Duyung Ramai-ramai pergi ke Kelong, Tangkap Ikan Dingkis, Selasa, 4/2/2025. (Foto: Suharman/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Ikan Dingkis menjadi buruan utama nelayan di Kabupaten Lingga menjelang perayaan Imlek.

Ikan yang diyakini membawa keberuntungan ini selalu dicari oleh masyarakat Tionghoa untuk hidangan khas saat perayaan tersebut.

Para nelayan pun memanfaatkan momen ini dengan berusaha semaksimal mungkin menangkap ikan Dingkis, bahkan rela bermalam di laut.

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, jumlah ikan Dingkis paling banyak ditemukan pada H-1 Imlek.

Hal ini membuat nelayan di Desa Pulau Duyung, Kecamatan Katang Bidare, bersiaga penuh menjaga alat tangkap jenis kelong agar dapat menangkap ikan tersebut dalam jumlah maksimal.

“Semua berjaga dari subuh sampai siang untuk melihat ikan masuk ke kelong. Jika sudah dapat, pembeli langsung datang mengambil di lokasi,” ujar Zalman, Kepala Desa Pulau Duyung, Rabu, 29 Januari 2025.

Para nelayan yang beruntung bisa meraup keuntungan besar dari hasil tangkapan mereka.

Dalam beberapa tahun sebelumnya, ada warga yang berhasil mendapatkan ikan Dingkis dalam jumlah banyak bertepatan dengan harga yang sedang tinggi. Namun, ada juga yang panennya kurang memuaskan atau menangkap ikan saat harga sudah turun.

Zalman menjelaskan bahwa harga ikan Dingkis naik drastis menjelang Imlek. Sebelumnya, harga ikan ini hanya sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Namun, pada H-1 Imlek, harganya melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram di tingkat nelayan. Harga ini tentu lebih tinggi lagi saat sampai ke pasaran.

“Kalau sudah lewat malam Imlek, harga ikan Dingkis turun karena warga Tionghoa sudah selesai sembahyang,” tambah Zalman.

Selain di Pulau Duyung, perburuan ikan Dingkis juga terjadi di beberapa desa lain di Kecamatan Katang Bidare, seperti Desa Mensanak, Desa Pulau Bukit, dan Desa Pulau Medang.

Bahkan, di Pulau Duyung sendiri terdapat tradisi menangkap ikan Dingkis dengan tangan kosong pada malam hari, yang dikenal dengan istilah Selok Ikan Dingkis.

Tradisi ini semakin menambah semarak perayaan Imlek bagi masyarakat nelayan setempat, yang setiap tahunnya berharap bisa mendapatkan keuntungan besar dari hasil tangkapan ikan Dingkis.(Suharman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *