ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Kapal KLM Surya Bahari Tanjung GT-95 mengalami kebocoran di Perairan Teluk Dagang, Desa Persiapan Berjung, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga.
Insiden ini terjadi pada Kamis, 30 Januari 2025 sekitar pukul 20.00 WIB akibat kerusakan pada kemudi kapal yang mengakibatkan hilangnya arah dan kebocoran lambung kapal.
Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Tanjungpinang pada Rabu, 29 Januari 2025 dengan tujuan Pelabuhan Buyung Gasing, Palembang, membawa muatan 200 ton beras.
Namun, saat berada di Perairan Pulau Buaya, Teluk Dagang, kapal mengalami kerusakan kemudi dan menghadapi cuaca buruk. Kapten kapal, Said Jailani, memutuskan untuk membuang jangkar demi keselamatan.
Namun, ombak besar menghantam kapal hingga terjadi kebocoran, menyebabkan kapal perlahan-lahan miring dan hampir tenggelam.
Lima awak kapal yang berada di atas kapal, yaitu, Said Jailani (Nahkoda), Kamarudin (Juru Mudi/Chief), Aris (KKM), Parman (KKM) dan Darmawis (ABK).
Mereka segera meminta bantuan kepada nelayan Batu Belobang dan Berjung yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Para nelayan membantu menyelamatkan sebagian muatan beras untuk mencegah kapal tenggelam sepenuhnya.
Mengetahui insiden ini, Babinpotmar Posal Cempa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Batu Belobang segera menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan kru kapal dan warga setempat dalam upaya penyelamatan kapal.
Hingga saat ini, seluruh kru kapal selamat, sementara beras yang berhasil dievakuasi dibawa ke Desa Persiapan Berjung sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pemilik kapal, Joni Telor dari Palembang.
Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai 200 ton beras yang sebagian sudah berhasil diselamatkan. Pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk langkah-langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penarikan kapal yang masih berada di perairan Teluk Dagang.(Suharman)













