Anambas

Kapal Roro KMP Bahtera Nusantara 01 Masih Dinanti, Dishub Anambas Siapkan Alternatif untuk Libur Akhir Tahun

107
×

Kapal Roro KMP Bahtera Nusantara 01 Masih Dinanti, Dishub Anambas Siapkan Alternatif untuk Libur Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dishub-LH Anambas, Abdul Kadir, Selasa, 10/12/2024. (Foto: Burhan/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Masyarakat Anambas hingga kini masih menunggu kembali beroperasinya kapal roro KMP Bahtera Nusantara 01 untuk menunjang aktivitas perjalanan mereka, terutama menjelang liburan akhir tahun. Kapal milik ASDP ini sedang menjalani perawatan tahunan di Karimun sejak bulan lalu.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas, Abdul Kadir, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan ASDP untuk segera memberikan kepastian jadwal pelayaran kapal tersebut.

Sebagai langkah alternatif, Abdul Kadir mengusulkan agar KM Bahtera Nusantara 03, yang saat ini melayani rute Tambelan, dialihkan sementara ke Anambas.

“Bisa dialihkan sementara ke Anambas kapal Bahtera Nusantara 03,” ujar Abdul Kadir pada Selasa, 10 Desember 2024.

Sementara itu, kabar baik datang dari MV Cinta Indomas, yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali ke Letung pada Rabu, 11 Desember 2024 setelah selesai menjalani docking tahunan di Tanjungpinang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dishub LH Anambas telah menyiapkan tujuh armada kapal, yakni MV Seven Star Island, MV VOC Batavia, KM Bukit Raya, KM Lawit (kapal tambahan dari Pelni), KM Malahayati, KM Sabuk Nusantara 36, dan MV Cinta Indomas.

KM Lawit, yang dikerahkan oleh Pelni, dijadwalkan melayani rute ekstra di Letung dan Tarempa pada 20 dan 29 Desember sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang.

Abdul Kadir juga mengingatkan bahwa musim utara yang ditandai dengan gelombang tinggi dapat memengaruhi pelayaran. Ia meminta operator kapal untuk menunda pelayaran jika kondisi cuaca tidak memungkinkan demi keselamatan penumpang.

“Kalau gelombang memungkinkan untuk jalan, ya harus jalan. Kalau tidak, ditunda dulu,” ujarnya.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum merencanakan perjalanan ke luar daerah.

“Kalau tidak memungkinkan jangan dipaksa. Kalau cuaca ekstrem kan susah,” tutup Kadir.(Burhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *