AdvetorialBatam

167 Titik Rawan Banjir, Pemko Batam Susun Penanganan Menyeluruh

13
×

167 Titik Rawan Banjir, Pemko Batam Susun Penanganan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad serahkan Bantuan kepada masyarakat Kecamatan Bengkong, Selasa, 6/10/2026. (Foto: Mcb)

Batam, Anambasnews.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjemput langsung aspirasi masyarakat Kecamatan Bengkong dalam silaturahmi bersama ketua RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Bengkong, Selasa (6/10/2026) malam di Golden Prawn. Pertemuan ini menjadi ruang dialog membahas persoalan mendesak yang dihadapi warga.

Warga menyampaikan kekhawatiran terkait genangan air, infrastruktur jalan jembatan, pengangkutan sampah, ketersediaan air bersih, hingga persoalan lahan.

“Pemerintah harus berpikir komprehensif, dari hulu sampai hilir. Tidak bisa baru bertindak saat air sudah menggenang,” ujarnya.

Khusus Bengkong Swadebi, Pemko Batam menyiapkan pembangunan rumah pompa dan kolam retensi untuk mengendalikan banjir. Secara keseluruhan, terdapat 167 titik rawan banjir di Batam yang memerlukan penanganan terencana dan berkelanjutan.

Pembangunan jembatan serta pelebaran jalan di depan Kantor Camat Bengkong telah direncanakan dan dialokasikan dalam anggaran tahun 2027.

Pemko Batam akan melibatkan pihak ketiga/perusahaan swasta dalam pengangkutan sampah, ditenderkan tahun 2026 yaitu, 2026 Uji coba di Sagulung, Batu Aji, Sekupang armada yang ada akan dialihkan memperkuat 6 kecamatan lainnya dan 2027 Perluas ke Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja

Menurutnya, jadwal pengangkutan menjadi lebih teratur, jelas, dan tepat waktu.

“Ini soal sangat serius, menjadi atensi utama saya,” tegas Amsakar.

Peninjauan langsung ke Waduk Nongsa dan warga terdampak, Distribusi mobil tangki air terjadwal ke wilayah yang kekurangan dan Penguatan suplai melalui sambungan pipa interkoneksi dan pompa booster dari Waduk Duriangkang

Terkait persoalan lahan, Amsakar menyatakan Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra berkomitmen mengurai setiap masalah secara bertahap. Silaturahmi ini menjadi dasar penyusunan kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata warga Bengkong.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *