KepriNatuna

Wagub Kepri Nyanyang Panen Raya Padi di Bunguran Batubi, Dorong Produktivitas Petani

25
×

Wagub Kepri Nyanyang Panen Raya Padi di Bunguran Batubi, Dorong Produktivitas Petani

Sebarkan artikel ini
Wagub Kepri Nyanyang Panen Raya Padi di Bunguran Batubi, Dorong Produktivitas Petani (Foto: Ist)

Natuna, Anambasnews.com — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., turun langsung ke Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan sektor pertanian sekaligus mengikuti panen raya padi bersama kelompok tani setempat. Kehadiran Nyanyang menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang didampingi Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E. serta Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau H. Mustamin Bakri bersama jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan terkait.

Rombongan terlebih dahulu meninjau lahan Kelompok Tani Harapan Makmur, kemudian melanjutkan kegiatan panen bersama Kelompok Tani Cipto Dadi.

Saat berada di lahan pertanian, Nyanyang berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui kondisi tanaman, kendala yang dihadapi hingga potensi pengembangan lahan sawah di Bunguran Batubi.

Sebagai Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang menegaskan bahwa sektor pertanian harus mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian bukan hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana petani bisa sejahtera dan memiliki kepastian dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, kita harus bersama-sama mendorong peningkatan produktivitas,” ujar Nyanyang.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian penggunaan jaringan air irigasi sawah melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam.

Menurut Nyanyang, keberadaan irigasi menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan pertanian. Ketersediaan air yang memadai diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan, terutama menghadapi perubahan cuaca.

Produktivitas Masih Bisa Ditingkatkan

Di lokasi panen Kelompok Tani Cipto Dadi, padi yang dibudidayakan merupakan varietas Inpari 32 dengan melibatkan 10 orang petani.

Saat ini produktivitas rata-rata berada di kisaran 2,5 ton per hektare. Dari total lahan sekitar 6 hektare, kurang lebih 3 hektare telah memasuki masa panen.

Sementara Kelompok Tani Harapan Makmur memiliki sekitar 3,5 hektare lahan sawah yang tanamannya masih dalam tahap menuju panen.

Dengan demikian, kedua kelompok tani tersebut memiliki sekitar 9,5 hektare lahan sawah yang masih berpotensi untuk dikembangkan.

Sejumlah kendala masih dihadapi petani, di antaranya kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau serta serangan hama. Dalam kondisi normal, produktivitas lahan dapat mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton per hektare.

Nyanyang berharap dukungan infrastruktur irigasi, pendampingan penyuluh, pengendalian hama serta penerapan teknologi pertanian dapat terus diperkuat.

“Kita melihat potensi lahan di sini cukup baik. Tinggal bagaimana irigasi, pendampingan, pengendalian hama dan penggunaan teknologi pertanian terus diperkuat sehingga hasil panen petani bisa meningkat,” katanya.

HKTI Dorong Penguatan Petani Natuna

Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang menilai pengembangan pertanian di Natuna tidak hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan kemandirian daerah perbatasan.

“HKTI tentu akan terus mendorong bagaimana petani mendapatkan pendampingan, akses teknologi, peningkatan produksi dan pemasaran. Kita ingin pertanian di Kepri semakin maju dan petaninya semakin sejahtera,” tegasnya.

Sementara kehadiran H. Mustamin Bakri, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, turut menjadi bagian dari sinergi antara legislatif, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di Natuna.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pembangunan sektor pertanian di wilayah perbatasan terus mendapat perhatian dan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. (*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *