BintanPendidikan dan Kesehatan

Sekda Ronny Kartika Pimpin Evaluasi Program Seragam Gratis di Bintan

7
×

Sekda Ronny Kartika Pimpin Evaluasi Program Seragam Gratis di Bintan

Sebarkan artikel ini
Sekda Bintan, Ronny Kartika Pimpin Evaluasi Program Seragam Gratis di Bintan, Jumat, 28/11/2025. (Foto: Ist)

Bintan, Anambasnews.com – Program seragam gratis di Kabupaten Bintan, yang mencakup seragam sekolah, tas, sepatu, dan perlengkapan lainnya, telah menarik perhatian luas. Program yang bermanfaat ini bahkan menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mempelajari teknis dan pelaksanaannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program. Salah satu poin yang dibahas adalah pemindahan pengelolaan transportasi sekolah gratis ke Dinas Perhubungan mulai tahun 2026. Hal ini disampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Bintan dengan tema Evaluasi Kebijakan Pendidikan Studi Kasus Program Bantuan Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bintan, pada hari Rabu, 26 November, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

Pemerintah Kabupaten Bintan berharap evaluasi ilmiah ini dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan. Tujuannya adalah agar program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini dapat terus berlanjut dan semakin baik. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa wali murid dan guru sangat mengharapkan keberlanjutan program ini.

Anggota DPRD Bintan, Elyza Riani, menekankan pentingnya mengidentifikasi tantangan yang mendasari kemajuan pendidikan di Bintan. Selain capaian positif seperti penurunan angka putus sekolah, peningkatan pendaftaran siswa baru, dan antisipasi kecelakaan siswa melalui penyediaan transportasi sekolah gratis (bus dan kapal/pompong), Elyza juga menyoroti pentingnya penguatan sarana dan prasarana yang sudah ada melalui evaluasi mendalam.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui sisi minus yang perlu diperbaiki, agar pendidikan di Bintan semakin maju dan berkualitas. Program ini menjawab keluh kesah orang tua terkait biaya pendidikan. Selain itu, ada hal lain yang perlu diperkuat, seperti kekurangan guru dan beban kerja guru di luar tugas pokok,” jelas Elyza.

Hasil FGD ini akan dirangkum dan menjadi bahan kajian untuk pelaksanaan program ke depan. Catatan-catatan yang diperoleh akan ditindaklanjuti secara internal.

Pada tahun 2025, telah dibagikan 6.851 set seragam (termasuk tas, sepatu, kaos kaki, dan perlengkapan lainnya) kepada siswa baru TK, SD, dan SMP. Selain itu, disediakan 43 unit bus sekolah dan 24 unit kapal/pompong sekolah.(*Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!