BeritaLinggaSosial dan Ekonomi

Rengkam, Rumput Laut yang Membawa Berkah bagi Nelayan di Pulau Medang, Lingga

127
×

Rengkam, Rumput Laut yang Membawa Berkah bagi Nelayan di Pulau Medang, Lingga

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Desa Pulau Medang ambil rumput laut, Rabu, 5/2/2025. (Foto: Suharman/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Masyarakat Desa Pulau Medang, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, kini merasakan manfaat ekonomi dari rumput laut jenis rengkam, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah laut.

Sejak tahun 2021, nelayan setempat mulai mengumpulkan, mengeringkan, dan menjual rengkam, yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga pesisir.

Toyip, seorang nelayan di Pulau Medang, mengungkapkan bahwa rengkam merupakan karunia kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan kepada masyarakat pesisir.

“Rumput laut jenis rengkam ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tanpa perlu ditanam, kami bisa langsung mengambilnya dari perairan sekitar dan menjadikannya sumber pendapatan,” ujarnya, Sabtu, 24/2/2025.

Proses pengeringan rengkam terbilang sederhana. Dalam kondisi cuaca cerah, rumput laut ini bisa kering dalam sehari dan siap dikemas untuk dijual.

Harganya cukup terjangkau, yakni Rp2.000 per kilogram, namun dengan produksi mencapai 100-150 kg per hari, para nelayan dapat memperoleh penghasilan yang lumayan.

Saat ini, rengkam dari Pulau Medang banyak diminati pembeli dari Batam. “Pembeli akan datang langsung ke penampung di kampung bila stok sudah memenuhi permintaan,” tambah Toyip.

Keberadaan pasar untuk rengkam ini membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Hampir setiap rumah di Pulau Medang kini memanfaatkan pelantar mereka untuk menjemur rumput laut.

Suharman, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sejak adanya pembeli rengkam, banyak nelayan merasa terbantu dengan tambahan penghasilan ini.

“Alhamdulillah, dengan adanya pembeli, kami bisa mendapatkan pemasukan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Dengan potensi besar yang dimiliki, rengkam kini bukan hanya sekadar limbah laut, tetapi telah menjadi komoditas bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Lingga.(Suharman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!