Anambasnews.com – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Siantan memeriahkan lomba fashion show dengan kostum unik dari barang bekas dan koran. Acara ini berlangsung meriah, dipenuhi tawa dan semangat anak-anak yang tampil percaya diri, pada Jumat, 21 November 2025.
Sejak pagi, lokasi acara telah dipadati siswa, guru, dan orang tua yang memberikan dukungan. Tenda yang didekorasi dengan hiasan daur ulang menjadi pusat perhatian.
Para peserta tampak antusias mempersiapkan diri di belakang panggung, saling membantu merapikan kostum dari koran, kardus, plastik bekas, dan majalah.
Suasana semakin meriah saat peserta dipanggil ke atas panggung. Beberapa siswa berjalan dengan gaya peragawan profesional, sementara yang lain tampak sedikit gugup namun tetap berusaha tampil maksimal. Sorak sorai penonton pun menambah semangat para peserta.
Kostum yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari tema alam dengan hiasan dedaunan kertas, gaun futuristik dari plastik bekas, hingga kostum pahlawan dari kardus.
Guru-guru mengungkapkan kebanggaannya melihat kreativitas siswa yang sebagian besar membuat kostum sendiri dengan bantuan orang tua.
Para siswa mengaku senang bisa tampil di depan banyak orang dan menunjukkan hasil kreasi mereka dari bahan-bahan bekas.
Ajang ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat. Beberapa peserta bahkan menambahkan tarian atau pose khusus untuk menarik perhatian juri.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Anambas, Tony Karnain, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk melatih keberanian dan kreativitas anak sejak usia dini.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk berkreasi. Semakin banyak mereka mencoba, semakin berkembang kemampuan dan percaya diri mereka,” ujarnya.
Tony juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini. “Fashion show ini tidak hanya soal tampil, tapi juga mengajarkan anak-anak bagaimana memanfaatkan barang bekas sebagai bagian dari pembelajaran menjaga bumi,” tambahnya.
Tony berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun di berbagai sekolah di Anambas. “Kalau bisa diperluas, agar semakin banyak murid yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(*Ak)













